The United Delivery Riders of the Philippines (RIDERS) semakin mengintensifkan kampanye mereka untuk menegakkan hak-hak para kurir pengantar makanan. Kampanye pencurian upah yang diluncurkan pada tahun 2023 menantang narasi perusahaan platform yang menyatakan bahwa kurir pengantar bukanlah karyawan mereka. Dengan dalih perjanjian kemitraan, perusahaan menghindari tanggung jawab untuk menyediakan tunjangan, asuransi, dan bentuk perlindungan sosial lainnya bagi para kurir – hak-hak yang seharusnya menjadi bagian dari pendapatan mereka.

Cabang-cabang RIDERS di seluruh Filipina telah meluncurkan kampanye ini di wilayah masing-masing dengan mengajukan pengaduan resmi terhadap perusahaan pengantaran makanan seperti Grab dan Foodpanda. Dimulai dari cabang RIDERS-Pampanga, kampanye ini kini telah diadopsi oleh 10 cabang lainnya. Setiap cabang berupaya mengonsolidasikan anggota dan para kurir di wilayah mereka, serta memberikan edukasi dan melakukan persiapan untuk memenangkan perjuangan demi kondisi kerja yang lebih adil.

Pada saat peluncuran kampanye, para kurir turun ke jalan, berkeliling kota untuk menyuarakan sikap dan tuntutan mereka. Pesan-pesan seperti “pengantaran selesai, berarti upah harus dibayar penuh” dan “perusahaan platform menyebut kami mitra, tetapi mereka merampok kami” menggema di seluruh kota sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye tersebut.

Rapat koordinasi menjelang peluncuran kampanye

Para anggota mengadakan unity ride saat peluncuran kampanye di Tarlac

Para kurir pengantar makanan meraih kemenangan, menuntut hak-hak mereka

Perjuangan para kurir yang tergabung dalam serikat mulai membuahkan hasil, seiring semakin banyak kurir yang menyadari hak-hak mereka dan bergabung dengan serikat. Kemenangan pertama cabang RIDERS-Cebu pada Oktober 2024 kemudian diikuti oleh sejumlah cabang lainnya. Hal ini membuktikan adanya hubungan kerja antara pekerja dan pemberi kerja, serta menegaskan hak para kurir atas berbagai tunjangan, termasuk gaji ke-13, upah hari libur, dan cuti insentif pelayanan. Selain itu, putusan-putusan tersebut juga memerintahkan perusahaan pengantaran makanan untuk mengembalikan pendapatan kurir yang telah dipotong atau dikurangi.

Seiring semakin luasnya keanggotaan serikat, semakin banyak kurir yang bersatu untuk menuntut keadilan.

“Hasil kerja kami, uang kami, hentikan pencurian upah!” kata Sister Evangelyn Asiddao, Sekertaris Nasional RIDERS.

Anggota serikat menghitung pengembalian pendapatan mereka yang dicuri

IUF Asia/Pasifik menegaskan komitmen untuk memerangi pencurian upah di sektor layanan makanan (food services)

Pada Pertemuan Regional Pekerja Food Services IUF Asia/Pasifik di Bangkok pada bulan Juni lalu, prioritas wilayah ini untuk memerangi segala bentuk pencurian upah di sektor tersebut kembali ditegaskan. Dalam pertemuan tersebut, berbagai bentuk pencurian upah dan pengalaman dari afiliasi dibahas dan dibagikan.

Dari RIDERS, kami belajar bahwa pencurian upah terjadi ketika perusahaan menahan tunjangan pekerja, gagal membayarkan kompensasi yang menjadi hak mereka, atau mengurangi pendapatan dan insentif tanpa persetujuan pekerja yang terdampak. Dalam beberapa kasus, bahkan tip yang seharusnya diberikan kepada kurir pengantar juga dicuri!

Seperti yang pernah disampaikan oleh Brother Lemm Cabantog, Presiden Nasional RIDERS: “Biaya pengantaran adalah hak kurir pengantar yang mengerjakannya, jangan ambil dari mereka!”