by IUF Asia/Pacific | Feb 18, 2026 | Bahasa Indonesia, Defending Democracy, Education & Training, Freedom of Association, Human Rights, Labours' Rights, Our Union Our Power
FSBMM (Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman) yang berafiliasi dengan IUF menyelenggarakan Rapat Majelis Umum pada tanggal 3 Februari 2026 di Bandung-Indonesia, bertepatan dengan HUT ke-8 FSBMM, dengan tema “Membangun Kekuatan Serikat Pekerja Melalui Pendidikan dan Pengorganisasian yang Efektif.” Acara ini merupakan ruang konsolidasi penting untuk menyatukan langkah-langkah, memastikan demokrasi yang bertanggung jawab berjalan dengan baik, menyamakan visi, dan memperkuat gerakan buruh makanan dan minuman di seluruh Indonesia.

Pertemuan ini menyoroti pertumbuhan organisasi FSBMM meskipun ada tantangan efisiensi di beberapa perusahaan. Per Februari 2026, FSBMM mewakili 22 serikat buruh anggota di seluruh Indonesia, berhasil menambah 7 serikat buruh anggota baru.
Bergabungnya serikat buruh anggota ini adalah bukti bahwa persatuan adalah kekuatan, dan FSBMM terus tumbuh sebagai wadah untuk perjuangan bersama untuk keadilan, kesejahteraan buruh dan keluarga mereka.

Laporan dari para serikat buruh anggota menunjukkan pencapaian konkret, beberapa SBA berhasil mengubah pekerja kontrak menjadi status permanen, keberhasilan terkait negosiasi upah, peningkatan perlindungan termasuk perpanjangan cuti melahirkan, dan beberapa serikat buruh sedang dalam proses menegosiasikan PKB pertama mereka.

FSBMM menegaskan kembali komitmennya untuk membangun kekuatan serikat pekerja melalui pendidikan dan pengorganisasian yang efektif. Laporan Sekretariat Nasional FSBMM menekankan pendidikan, pengorganisasian, pengelolaan basis data, dan peningkatan manajemen keuangan sebagai prioritas utama. Sekretaris Umum FSBMM Dani Afgani mengucapkan terima kasih atas dukungan IUF selama ini, juga menyatakan bahwa terkait pengorganisasian, kita harus mendengarkan, dalam arti membuat para pekerja merasa nyaman, dan bahwa semua anggota berhak menyampaikan ide, kritik, saran kepada FSBMM sebagai bagian dari demokrasi yang bertanggung jawab dan akuntabel.
Organize, Fight and Win!
Our Union, Our Power!
by yongc04b6d9ca6d | Jan 9, 2026 | ภาษาไทย Thai, Campaigns, Hotel & Tourism Sector, Our Union Our Power, Sustainable Tourism
เพื่อเป็นการรื้อฟื้นกิจกรรมรณรงค์ในประเทศอินโดนีเซียที่เน้นในเรื่องสุขภาพและความปลอดภัยในการทำงานของคนทำงานโรงแรมโดยชูประเด็นจากตำแหน่งงานที่ดูแลทำความสะอาดห้องพัก (IUF Global Housekeeping Campaign)
ทางสหพันธ์แรงงานอิสระโรงแรมร้านอาหาร พลาซ่า อฟาร์ทเมนท์ จัดเลี้ยงและการท่องเที่ยวแห่งประเทศอินโดนีเซีย (FSPM) ได้จัดกิจกรรมทั้งที่เมืองยอกยาการ์ตาและเมืองลาบวนบาโจ เพื่อให้ประชาชนทั่วไปได้ตระหนักถึงความสำคัญของงานโรงแรมว่าเป็นงานหนักและเป็นงานที่มีคุณค่า
เมื่อวันที่ 21 – 22 พฤศจิกายนที่ผ่านมา ทางสหพันธ์ฯ FSPM ได้ทำกิจกรรมรณรงค์ครั้งแรกในเมืองยอกยาการ์ตา โดยจัดนิทรรศการที่มหาวิทยาลัยแห่งหนึ่งเพื่อให้ความรู้กับประชาชนเกี่ยวกับงานหนักและทักษะฝีมือที่แม่บ้านโรงแรมต้องทำในแต่ละวัน โดยคนที่เดินผ่านบูธจัดนิทรรศการ จะได้รับการเชื้อเชิญให้เข้าร่วมลองจัดเตียงด้วยตนเอง และมีการจับเวลาว่าสามารถจัดเตียงนอนเสร็จภายในเวลาเท่าไร ทั้งนักศึกษาและผู้สนใจชมนิทรรศการต่างบอกเป็นเสียงเดียวกันว่างานของแม่บ้านโรงแรมนั้นไม่ง่าย โดยเฉพาะอย่างยิ่งเมื่อต้องเร่งรีบทำให้เสร็จตามเป้าหรือโควต้าห้องพักที่ฝ่ายบริหารกำหนดลงมา

กิจกรรมให้ความรู้ความเข้าใจกับผู้สัญจร
ในเมืองลาบวนบาโจซึ่งเป็นแหล่งท่องเที่ยวสำคัญแห่งหนึ่งของประเทศอินโดนีเซีย สหพันธ์ฯ FSPM ทำกิจกรรมรณรงค์เมื่อวันที่ 22 พฤศจิกายน โดยจัดในรูปแบบจำลองการแข่งขันให้ผู้เข้าร่วมที่เป็นนักศึกษาในภาคการท่องเที่ยวและคนทำงานโรงแรมได้เข้าร่วม เพราะมองเห็นว่านักศึกษาก็คือแรงงานในอนาคตนั่นเอง ใจความสำคัญของกิจกรรมนี้คือการที่ธุรกิจตั้งเป้าห้องพักที่ต้องทำความสะอาดให้เสร็จสิ้นในแต่ละวันนั้นส่งผลด้านลบต่อสุขภาพและความปลอดภัยของแม่บ้านทำห้อง จากประสบการณ์ขององค์กรสมาชิกไอยูเอฟทั่วโลก แม่บ้านทำห้องที่ประสบการณ์สูงที่เข้าร่วมแข่งขัน อาจารย์ ต่างเห็นพ้องต้องกันว่าแม่บ้านทำห้องเป็นอาชีพที่สมควรได้รับการยกย่องและมีเกียรติศักดิ์ศรี ด้งนั้นเมื่อลาบวนบาโจเป็นจุดหมายปลายทางระดับซุปเปอร์พรีเมี่ยมสำหรับนักท่องเที่ยว สภาพการทำงานของคนทำงานในภาคการท่องเที่ยวย่อมต้องมีระดับซุปเปอร์พรีเมี่ยมไม่ต่างกัน
การจัดตั้งรวมตัวสำหรับคนทำงานโรงแรมในเมืองสำคัญทางการท่องเที่ยวย่อมก่อประโยชน์ให้กับทั้งชุมชนในพื้นที่ ตัวคนทำงานเอง และแขกผู้มาเยือน ห้องพักที่สะอาดและสะดวกปลอดภัยคือหัวใจสำคัญของธุรกิจการบริการ และแม่บ้านทำห้องคือผู้ที่มีบทบาทสำคัญในการมอบประสบการณ์ไร้ที่ติให้กับแขกผู้เข้าพัก
สหพันธ์ฯ FSPM เรียกร้องให้มีการปรับปรุงสภาพการทำงาน รวมทั้งสัญญาจ้างงานที่เป็นธรรม ไม่กดค่าจ้าง และยกเลิกการตั้งเป้าหรือลดเป้าในการทำงานลง หากเรายอมรับว่าอาชีพแม่บ้านทำห้องเป็นงานที่มีคุณค่า อุตสาหกรรมภาคบริการสามารถที่จะส่งเสริมการท่องเที่ยวที่ปลอดภัยและเป็นธรรมสำหรับทุกคนได้ดีขึ้น


by IUF Asia/Pacific | Jan 7, 2026 | Bahasa Indonesia, Campaigns, Food Service Workers, Our Union Our Power
The United Delivery Riders of the Philippines (RIDERS) semakin mengintensifkan kampanye mereka untuk menegakkan hak-hak para kurir pengantar makanan. Kampanye pencurian upah yang diluncurkan pada tahun 2023 menantang narasi perusahaan platform yang menyatakan bahwa kurir pengantar bukanlah karyawan mereka. Dengan dalih perjanjian kemitraan, perusahaan menghindari tanggung jawab untuk menyediakan tunjangan, asuransi, dan bentuk perlindungan sosial lainnya bagi para kurir – hak-hak yang seharusnya menjadi bagian dari pendapatan mereka.
Cabang-cabang RIDERS di seluruh Filipina telah meluncurkan kampanye ini di wilayah masing-masing dengan mengajukan pengaduan resmi terhadap perusahaan pengantaran makanan seperti Grab dan Foodpanda. Dimulai dari cabang RIDERS-Pampanga, kampanye ini kini telah diadopsi oleh 10 cabang lainnya. Setiap cabang berupaya mengonsolidasikan anggota dan para kurir di wilayah mereka, serta memberikan edukasi dan melakukan persiapan untuk memenangkan perjuangan demi kondisi kerja yang lebih adil.
Pada saat peluncuran kampanye, para kurir turun ke jalan, berkeliling kota untuk menyuarakan sikap dan tuntutan mereka. Pesan-pesan seperti “pengantaran selesai, berarti upah harus dibayar penuh” dan “perusahaan platform menyebut kami mitra, tetapi mereka merampok kami” menggema di seluruh kota sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye tersebut.

Rapat koordinasi menjelang peluncuran kampanye

Para anggota mengadakan unity ride saat peluncuran kampanye di Tarlac
Para kurir pengantar makanan meraih kemenangan, menuntut hak-hak mereka
Perjuangan para kurir yang tergabung dalam serikat mulai membuahkan hasil, seiring semakin banyak kurir yang menyadari hak-hak mereka dan bergabung dengan serikat. Kemenangan pertama cabang RIDERS-Cebu pada Oktober 2024 kemudian diikuti oleh sejumlah cabang lainnya. Hal ini membuktikan adanya hubungan kerja antara pekerja dan pemberi kerja, serta menegaskan hak para kurir atas berbagai tunjangan, termasuk gaji ke-13, upah hari libur, dan cuti insentif pelayanan. Selain itu, putusan-putusan tersebut juga memerintahkan perusahaan pengantaran makanan untuk mengembalikan pendapatan kurir yang telah dipotong atau dikurangi.
Seiring semakin luasnya keanggotaan serikat, semakin banyak kurir yang bersatu untuk menuntut keadilan.
“Hasil kerja kami, uang kami, hentikan pencurian upah!” kata Sister Evangelyn Asiddao, Sekertaris Nasional RIDERS.

Anggota serikat menghitung pengembalian pendapatan mereka yang dicuri
IUF Asia/Pasifik menegaskan komitmen untuk memerangi pencurian upah di sektor layanan makanan (food services)
Pada Pertemuan Regional Pekerja Food Services IUF Asia/Pasifik di Bangkok pada bulan Juni lalu, prioritas wilayah ini untuk memerangi segala bentuk pencurian upah di sektor tersebut kembali ditegaskan. Dalam pertemuan tersebut, berbagai bentuk pencurian upah dan pengalaman dari afiliasi dibahas dan dibagikan.
Dari RIDERS, kami belajar bahwa pencurian upah terjadi ketika perusahaan menahan tunjangan pekerja, gagal membayarkan kompensasi yang menjadi hak mereka, atau mengurangi pendapatan dan insentif tanpa persetujuan pekerja yang terdampak. Dalam beberapa kasus, bahkan tip yang seharusnya diberikan kepada kurir pengantar juga dicuri!
Seperti yang pernah disampaikan oleh Brother Lemm Cabantog, Presiden Nasional RIDERS: “Biaya pengantaran adalah hak kurir pengantar yang mengerjakannya, jangan ambil dari mereka!”

by IUF Asia/Pacific | Dec 19, 2025 | Campaigns, English language, Food Service Workers, Our Union Our Power
The United Delivery Riders of the Philippines (RIDERS) is intensifying its campaign to assert the rights of food delivery riders. The wage theft campaign, launched in 2023, challenges platform companies’ narrative that delivery riders are not their employees. Under the guise of partnership agreements, companies avoid their responsibility to provide benefits, insurance, and other forms of social protection for riders – benefits that should be part of their income.
RIDERS chapters across the Philippines have launched the campaign in their respective areas, filing formal complaints against food delivery companies like Grab and Foodpanda. Begin with the RIDERS-Pampanga chapter, the campaign has now been adopted by 10 other chapters. Each of the chapter is working to consolidate members and riders in their area, educating and preparing them to win the fight for a fairer working condition.
During the campaign launch, riders took to the streets, riding around the city to announce their stance and demands. Messages like “complete delivery, means complete income” and “platform companies call us partners, but they rob us” echoed throughout the city in support of the campaign.

Preparation meeting before launch of campaign

Members are holding unity ride during the campaign launching in Tarlac
Food delivery riders are winning and claiming their rights
The determination of unionized riders is paying off as more and more riders become aware of their rights and join the union. The first win of RIDERS-Cebu chapter in October 2024 is followed by several other chapters now, proving the existence of employee-employer relationship and riders’ entitlement to benefits, including the 13th month pay, holiday pay and service incentive leave. Furthermore, the decisions also order that food delivery company to return the diminished income of their riders.
As the union expands, an increasing number of riders are coming together to seek justice.
“Our work, our money, stop wage theft!” said Sister Evangelyn Asiddao, the National Secretary of RIDERS.

Union members are counting monetary award from their diminished income
IUF Asia/Pacific affirms commitment to combat wage theft in the food services sector
At the IUF Asia/Pacific Regional Food Services Workers’ Meeting in Bangkok this June, the region’s priority to fight all forms of wage theft in the sector was reaffirmed. During the meeting, various forms of wage theft and experiences of affiliates were discussed and shared.
From RIDERS, we learned that wage theft occurs when companies withhold workers’ benefit, fail to pay the compensation that they are owed or reduce income and incentives without the consent of affected workers. In some cases, the tips that are meant for delivery riders are also even stolen!
As Brother Lemm Cabantog, the National President of RIDERS, once stated: “Delivery fees are for the delivery riders who solely work for it, don’t take it from them!”

by IUF Asia/Pacific | Dec 17, 2025 | Bahasa Indonesia, Campaigns, Hotel & Tourism Sector, Our Union Our Power, Sustainable Tourism
Dalam rangka menghidupkan kembali inisiatif Global Housekeeping Campaign IUF di Indonesia, Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) menyelenggarakan serangkaian kegiatan di Yogyakarta dan Labuan Bajo untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pekerjaan yang dilakukan oleh room attendant.
Pada 21–22 November, FSPM memperkenalkan kampanye ini untuk pertama kalinya di Yogyakarta. FSPM mengoordinasikan sebuah pameran gabungan di salah satu universitas untuk mengedukasi masyarakat umum tentang betapa berat dan terampilnya pekerjaan yang dilakukan oleh room attendant setiap hari. Selain berbagi informasi mengenai risiko kesehatan yang dihadapi oleh room attendant, para pengunjung yang melewati stand FSPM diajak untuk simulasi menata kasur hotel sendiri, dan waktu yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut dicatat. Para mahasiswa dan pengunjung memberikan testimoni, mengakui bahwa pekerjaan room attendant tidaklah mudah, terutama ketika mereka harus bekerja dengan target jumlah kamar yang sangat tinggi.

Peningkatan kesedaran kepada para pengunjung
Di Labuan Bajo, salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia, FSPM meluncurkan inisiatif kampanye pada 22 November dengan menyelenggarakan sebuah kompetisi bagi pekerja hotel dan mahasiswa pariwisata sebagai calon tenaga kerja masa depan di industri perhotelan. FSPM menyampaikan pesan bahwa target kuota kamar membahayakan kesehatan dan keselamatan petugas kebersihan kamar. Dengan mengacu pada pengalaman dari berbagai inisiatif sebelumnya yang dijalankan oleh afiliasi IUF di seluruh dunia, room attendant yang mengikuti kompetisi tersebut, bersama para guru sekolah pariwisata, menegaskan bahwa penghormatan dan martabat yang lebih besar harus diberikan kepada pekerja housekeeping sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan mereka. Ditekankan pula bahwa Labuan Bajo, sebagai destinasi wisata super-premium, seharusnya juga menyediakan kondisi kerja yang super-premium bagi para pekerjanya.


Pengorganisiran pekerja hotel di destinasi wisata utama sangat penting untuk memastikan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya menguntungkan para wisatawan, tetapi juga masyarakat lokal dan para pekerjanya. Kamar yang bersih dan nyaman merupakan inti dari bisnis perhotelan, di mana para room attendant memainkan peran vital dalam memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu.
FSPM menyerukan perbaikan kondisi kerja, termasuk penerapan perjanjian kerja yang adil, penghentian pencurian upah, serta penghapusan atau pengurangan target kuota kamar. Dengan mengakui nilai penting dari pekerjaan room attendant, industri perhotelan dapat mendorong terwujudnya pariwisata yang lebih aman dan berkeadilan bagi semua.


by IUF Asia/Pacific | Dec 17, 2025 | Campaigns, English language, Hotel & Tourism Sector, Our Union Our Power, Sustainable Tourism
In order to bring back and revive the IUF Global Housekeeping Campaign initiative in Indonesia, the Federation of Hotel, Restaurant, Plaza, Apartment, Catering and Tourism Workers’ Independent Union (FSPM) organized series of event in Yogyakarta and Labuan Bajo, to raise awareness of the valuable work carried out by room attendants.
On November 21-22, the FSPM introduce its first campaign in Yogyakarta. They coordinated a joint exhibition at a university to educate general public about the hard and skilled work performed by room attendants every day. While sharing information on the health risks faced by room attendants, people who passed FSPM booth were invited to make a bed themselves, and the time they took to complete the task was recorded. Students and passerby gave testimonials, acknowledging that the work of room attendant is not easy, especially when they are rushed to meet room quota expectation.

Awareness raising with passerby
In Labuan Bajo, one of Indonesia’s main tourism destinations, FSPM launched a campaign initiative on November 22 by organizing a competition for hotel workers and tourism students, as the future workforce of hospitality industry. FSPM conveyed a message that room quota targets put the health and safety of room attendants at risk. Drawing in experiences from previous initiatives carried out by IUF affiliates worldwide, experienced room attendant who participated in the competition, as well as school teachers, affirmed that more respect and dignity toward housekeepers should be shown to appreciate their work. It was emphasized that Labuan Bajo, as super-premium tourist destination, should also provide super-premium working condition for its workers.


Organizing hotel workers in key tourist destination is crucial to ensure that tourism development benefits not only visitors, but also local communities and its workers. Clean, comfortable rooms are at the heart of hospitality business, in which room attendants are playing a vital role in providing excellent experience for guests.
FSPM calls for improved working conditions, including fair employment contracts, end of wage theft and elimination or reduction of room quotas. By recognizing the valuable work of room attendants, the hospitality industry can promote a safer and just tourism for all.

