Mendorong Peningkatan Martabat Pekerja, FSPM Ikut Kampanye Menyerukan Ratifikasi KILO 190

Mendorong Peningkatan Martabat Pekerja, FSPM Ikut Kampanye Menyerukan Ratifikasi KILO 190

Pada peringatan 76 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada 10 Desember 2024, Federasi Serikat Pekerja Hotel, Restoran, Plaza, Apartemen, Katering, dan Pariwisata (FSPM) yang berafiliasi dengan IUF menggelar aksi unjuk rasa di Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntut segera diratifikasinya Konvensi ILO No. 190 di Indonesia. Sejak November lalu, FSPM bersama 20 serikat pekerja dan organisasi perempuan lainnya mengintensifkan kampanye mereka, setelah berbulan-bulan melakukan kajian sejak konvensi tersebut diadopsi, untuk mendesak pemerintah melaksanakan tanggung jawab mereka dalam melindungi hak pekerja atas tempat kerja yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan.

Sebuah poster yang berbunyi “Katakan TIDAK pada kekerasan di tempat kerja”

Di bawah aliansi bernama Jaringan Advokasi Konvensi ILO 190 (JAK KILO 190), organisasi-organisasi tersebut memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konvensi tersebut. Aksi nasional pada 10 Desember digunakan sebagai momentum untuk menyampaikan tuntutan mereka agar pemerintah serius membuat regulasi yang komprehensif, inklusif, dan menjamin perlindungan bagi semua pekerja.

Sehari sebelum aksi unjuk rasa, tepatnya pada tanggal 9 Desember, aliansi menggelar siaran pers untuk mengumumkan pernyataan sikap mereka. Mereka menyoroti minimnya tindakan yang dilakukan pemerintah pada langkah awal untuk meratifikasi konvensi tersebut, padahal pelecehan dan kekerasan di dunia kerja masih terus terjadi di Indonesia. Aliansi juga menyebutkan beberapa contoh pelecehan dan kekerasan yang terjadi di berbagai sektor. Sebuah survei yang dilakukan oleh salah satu anggota aliansi menunjukkan bahwa setidaknya 1 dari 23 pekerja pernah mengalami kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja.

Brother Galih Tri Panjalu, Sekertaris Umum FSPM, menekankan perlunya ratifikasi konvensi demi peningkatan harkat dan martabat manusia serta untuk membentuk aliansi yang lebih besar yang memiliki tujuan yang sama.

Keikutsertaan FSPM dalam mobilisasi dan kampanye ini merupakan bentuk komitmen mereka untuk mewujudkan tempat kerja yang layak dan aman bagi seluruh pekerja, khususnya pekerja perempuan agar terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi berbasis gender yang dapat menghalangi mereka mewujudkan kesetaraan gender di tempat kerja.

Sister Esther Octavia Titaley, perwakilan Komite Perempuan FSPM, berorasi di aksi unjuk rasa

Mendorong Peningkatan Martabat Pekerja, FSPM Ikut Kampanye Menyerukan Ratifikasi KILO 190

Promoting Workers’ Dignity, FSPM Joined Campaign to Call for ILO C190 Ratification

On the 76th Anniversary of the Universal Declaration of Human Rights on December 10, 2024, IUF affiliated-Federation of Hotel, Restaurant, Plaza, Apartment, Catering, and Tourism Workers’ Free Union (FSPM) joined a protest action at the Indonesian Ministry of Manpower to demand the urgent ratification of ILO Convention No. 190. Since this last November, the FSPM and other 20 trade unions and women organizations have been intensifying their campaign, after months of study since the convention adoption, to push the government to implement their responsibility in protecting workers’ rights to a safe workplace free from all form of violence and harassment.

A poster reads “Say NO to violence in the workplace”

Under an alliance named Jaringan Advokasi Konvensi ILO 190 (JAK KILO 190), those organizations make use of social media to promote and raise people awareness on the importance of the convention. The national action on December 10 was used as a momentum to convey their demand for government seriousness for comprehensive regulations that are inclusive that guarantee the protection for all workers.

A day before the protest action, on December 9, the alliance held a press release to announce their statement. They highlighted the lack of action done by the government on initial step to ratify the convention, even though harassment and violence in the world of work continue to occur in Indonesia. The alliance also mentioned several examples of harassment and violence happened in various sectors. A survey conducted by one of the alliance members showed that at least 1 of 23 workers have experienced a sexual violence and harassment at work.

Brother Galih Tri Panjalu, General Secretary of FSPM, emphasized the need of the convention ratification for the promotion of human dignity and to form a bigger alliance that have the same goal.

FSPM participation in the mobilization and campaign reflects their commitment to realize a decent and safer workplace for all workers, especially for women workers to be protected against gender-based violence and discrimination that can stop them exercising gender equality at work.

Sister Esther Octavia Titaley, representive of FSPM Women’s Committee, gave a speech on the protest action