Is this the future of work? Grab Philippines terminates delivery riders to silence concerns about insecurity and abuse

Is this the future of work? Grab Philippines terminates delivery riders to silence concerns about insecurity and abuse

With all the talk about “the future of work”, there is no doubt that tens of millions digital platform workers will be a vital part of that future. But will they have the fundamental human rights and freedoms that all workers are entitled to? Grab Philippines seems to think the answer is, No.

In response to a peaceful rally organized by the United Riders of the Philippines – Sentro ng mga Nagkakaisa at Progresibong Manggagawa – International Union of Food (RIDERS – SENTRO – IUF) in Pampanga, Grab Philippines summarily terminated two riders, Mark Larson Vallejo and Mary Rose Cenidoza.

The rally was one of many peaceful rallies organized by RIDERS – SENTRO – IUF across the Philippines to draw attention to the insecurity, unfair treatment and lack of protection faced by delivery riders.

Instead of responding to these concerns by engaging with the union, Grab Philippines management (not the algorithm) decided to terminate Vallejo and Cenidoza as punishment for speaking out. But the action by Grab Philippines proved the point: delivered riders are vulnerable to unfair, arbitrary punishment, and have no job protection.

This cannot become the future of work, where digital platforms earning billions claim they are creating jobs and improving livelihoods, while passing all the risk to workers through harsh working conditions, unbearable stress, and irregular and unstable incomes. In fact this fear and insecurity – and not artificial intelligence or algorithms – seem to be the primary management tool for these digital platform companies.

RIDERS – SENTRO – IUF was formed by delivery riders in the Philippines to fight against such a future and to make these essential jobs safe, secure and decently paid. If Grab Philippines is to have any kind of future it must reinstate Vallejo and Cenidoza, listen to the concerns raised in these peaceful rallies, and talk to the union. Only then will there be a possibility that the future of work for tens of millions of digital platform workers will be decent work.

 

RIDERS – SENTRO – IUF Statement Calling for the Reinstatement of Mark Larson Vallejo and Mary Rose Cenidoza

Support Your Riders, Not Punish Them:

The freedom of speech and expression is one of the most important values in any society.  All Filipinos have the right to speak up against abuse, injustice, and unfairness without any fear of retaliation, including the termination of employment. In fact, companies that would rather harass and terminate their workers for speaking up for their needs and concerns than address these demonstrates their disregard for the wellbeing of their employees, the very same people that they praise as essential partners and part of their corporate families.

The United Riders of the Philippines – Sentro ng mga Nagkakaisa at Progresibong Manggagawa – International Union of Food (RIDERS – SENTRO – IUF) condemns grabs brazen and groundless termination of Mark Larson Vallejo and Mary Rose Cenidoza both delivery riders of Grab Philippines in Pampanga. Their termination, based only on the vague insinuation of “violating” Grab’s Code of Conduct via text, even committing a “fraud-related issue” according to the Grab app is simply an act of intimidation.

Clearly, the termination was done purely to punish Vallejo and Cenidoza for standing up for their fellow riders and demanding just protection and support for the vital work that they do for Grab and the thousands that rely on the platform’s services.

RIDERS – SENTRO – IUF demands the immediate reinstatement of Vallejo, Cenidoza and the end to Grab management’s harassment of its workers. If Grab is serious in its commitment both to provide quality services to its patrons, and the safeguarding of its riders, then the company must prove this in practice – support your riders, not punish them.

Agar perlindungan sosial menjadi efektif, ia harus memberdayakan perempuan, memajukan hak-hak pekerja dan mendistribusikan kembali kekayaan

Agar perlindungan sosial menjadi efektif, ia harus memberdayakan perempuan, memajukan hak-hak pekerja dan mendistribusikan kembali kekayaan

Tidak ada keraguan bahwa perlindungan sosial dapat berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif di mana pekerja dapat meningkatkan mata pencarian mereka dan memastikan pendapatan yang stabil dan pekerjaan yang aman. Hal ini sangat penting bagi pekerja yang terlibat dalam perikanan dan pertanian skala kecil, dan bagi petani marjinal, pekerja sektor informal dan pekerja berbasis rumahan. Semakin besar kerentanan fisik, sosial dan ekonomi, semakin besar kebutuhan akan perlindungan sosial. Namun pada saat yang sama, semakin besar kerentanan fisik, sosial dan ekonomi, semakin sedikit akses yang dimiliki para pekerja ini terhadap perlindungan sosial. Korelasi terbalik antara kerentanan dan akses ke perlindungan sosial ini terjadi di semua sektor dan terutama terlihat di antara pekerja sektor informal dan pekerja migran.

Menyerukan lebih banyak perlindungan sosial bukanlah solusi itu sendiri. Kita ambil contoh sektor perikanan, perlindungan sosial dapat efektif dalam memastikan akses terhadap hak dan meningkatkan mata pencarian dan kesejahteraan nelayan, petani, dan pekerja perikanan. Tetapi efektivitasnya tergantung pada hak, proses dan alokasi sumber daya.

Keterlibatan langsung pekerja perempuan dalam pengambilan keputusan sangat penting agar perlindungan sosial efektif dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan mata pencarian. Keterlibatan perempuan tidak bisa bersifat simbolis atau pasif (perempuan sebagai sasaran instrumen perlindungan sosial). Hal ini tidak didasarkan pada pencantuman perspektif gender dan pendekatan berbasis gender semata, melainkan pelibatan perempuan itu sendiri. Pekerja perempuan harus mampu secara kolektif mewakili diri mereka sendiri di tempat kerja, pertanian dan masyarakat – dan di semua tingkat pengambilan keputusan, perencanaan dan pelaksanaan – agar perlindungan sosial menjadi efektif dan benar-benar adil.

Perempuan akan memastikan bahwa perlindungan sosial bermakna dan efektif melalui perwakilan langsung dan kolektif mereka dalam pengambilan keputusan dalam alokasi dan distribusi sumber daya publik; dan penilaian dan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan transparansi, keadilan, dan jangkauan. Jika pengambilan keputusan didominasi oleh laki-laki, maka tidak hanya ada kemungkinan lebih besar bahwa perlindungan sosial tidak akan efektif dan terbatas dalam cakupan dan jangkauannya, ada juga kemungkinan lebih besar diskriminasi, penyalahgunaan dan korupsi. Terkikisnya program perlindungan sosial yang ada akibat korupsi masih menjadi tantangan serius di kawasan ini.

Menambahkan lebih banyak sumber daya untuk perlindungan sosial ke lembaga yang rusak, tidak bertanggung jawab, dan buram hanya menyebabkan kegagalan. Sementara teknologi baru dapat memainkan peran penting, reformasi kelembagaan mendasar diperlukan. Yang paling penting adalah partisipasi langsung dan kolektif pekerja perempuan dalam pengambilan keputusan. Di India, penggunaan perlindungan sosial yang paling efektif di bawah Undang-Undang Jaminan Ketenagakerjaan Pedesaan Nasional (NREGA) terjadi di mana serikat pekerja independen dan demokratis yang dipimpin oleh perempuan terlibat dalam pengorganisasian, intervensi kebijakan, dan pengambilan keputusan. Serikat pekerja ini memastikan bahwa perempuan mengamankan hak-hak mereka di bawah NREGA, sementara juga terlibat dengan otoritas lokal untuk memastikan penggunaan sumber daya NREGA yang tepat, adil dan efektif.

Keterlibatan dan keterwakilan kolektif dan langsung dari perempuan dalam pengambilan keputusan mengasumsikan bahwa perempuan dapat menggunakan hak atas kebebasan berserikat yang dijamin dalam Konvensi ILO Nomor 87 (Yang juga penting adalah Konvensi ILO Nomor 11, 141 dan 177 tentang hak pekerja pertanian untuk berorganisasi; organisasi pekerja pedesaan; dan pekerja berbasis rumahan). Perempuan dapat bergabung bersama dalam sebuah organisasi yang mereka pilih sendiri, mewakili kepentingan kolektif mereka dan terlibat dalam perundingan bersama dan pengambilan keputusan. Setiap pembatasan kebebasan berserikat atau hambatan yang menghalangi akses perempuan ke hak-hak yang mencegah keterlibatan mereka, yang pada gilirannya merusak efektivitas kebijakan dan program perlindungan sosial.

Pembatasan atau hambatan terhadap kemampuan perempuan pekerja, petani dan nelayan perempuan untuk mengorganisir diri juga memperburuk kerentanan ekonomi dan sosial perempuan. Hal ini menyebabkan meningkatnya eksploitasi dan pelecehan – termasuk perdagangan manusia dan kerja paksa – yang membuat perlindungan sosial menjadi tidak memadai dan tidak berarti.

Dalam hal alokasi sumber daya, perlindungan sosial seharusnya tidak secara tidak langsung mensubsidi industri perikanan komersial skala besar. Upah rendah dari pekerja perikanan di kapal dan di pabrik melanggengkan kemiskinan di komunitas mereka – komunitas yang sering berada di dalam dan di sekitar operasi perikanan komersial. Pada tanggal 3 September 2022, Kongres Pekerja Perikanan Nasional ke-4 di Filipina menetapkan hubungan antara membangun kekuatan pekerja perikanan dan industri perikanan yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini Kongres Pekerja Perikanan Nasional mengidentifikasi kemiskinan, utang dan kurangnya akses terhadap hak asasi manusia (pangan dan gizi, perumahan, pendidikan dan perawatan kesehatan) sebagai konsekuensi langsung dari upah rendah di sektor perikanan komersial swasta. Upaya yang diatur oleh pengusaha untuk mencegah pengorganisasian serikat, dan pelanggaran berulang atas hak kebebasan berserikat dan perundingan bersama yang dijamin di bawah Konvensi ILO Nomor 87 dan 98, mencegah pekerja perikanan dari perundingan bersama untuk mendapatkan upah yang lebih baik dan mengangkat diri mereka sendiri dan keluarga mereka keluar dari kemiskinan.

Perundingan bersama di sektor perikanan komersial swasta untuk mencapai upah dan penghidupan yang lebih baik harus tetap menjadi prioritas dan perlindungan sosial yang dibiayai pemerintah tidak boleh secara tidak sengaja mensubsidi industri yang menekan hak dan melanggengkan upah rendah.

Pelanggaran serius dan meluas terhadap hak kesehatan dan keselamatan pekerja di sektor perikanan bertentangan dengan Konvensi ILO Nomor 155, yang sekarang menjadi konvensi mendasar. Beberapa anggota komunitas nelayan yang berpartisipasi dalam Kongres Pekerja Perikanan Nasional ke-4 di Filipina menggambarkan cedera serius yang diderita oleh nelayan di sektor perikanan komersial swasta karena praktik kerja yang tidak aman. Pekerjaan yang tidak aman menyebabkan cedera yang lebih besar, penyakit jangka panjang dan ketidakmampuan untuk bekerja, yang pada gilirannya meningkatkan beban program perlindungan sosial.

Di Maladewa, misalnya, BKMU, afiliasi kami memiliki kapasitas untuk menegosiasikan harga hasil tangkapan yang akan meningkatkan pendapatan dan mata pencarian para nelayan dan keluarga serta masyarakat mereka, termasuk pekerja migran. Namun, RUU Hubungan Industrial yang baru saat ini di parlemen menjadi ancaman yang melemahkan kemampuan BKMU untuk berorganisasi dan berunding bersama. Dengan tidak adanya hak tawar-menawar kolektif, perusahaan pembeli mempertahankan monopsoni dan dapat memanipulasi harga tangkapan dan mengurangi pendapatan anggota BKMU. Hal ini menyebabkan kemiskinan dan utang yang lebih besar di masyarakat yang bergantung pada pendapatan ini. Beralih ke perlindungan sosial bukanlah jawabannya. Jawabannya di sektor perikanan komersial terletak pada pelaksanaan hak tawar-menawar kolektif untuk mendistribusikan kembali keuntungan, bukan pengalihan sumber daya publik melalui perlindungan sosial.

Perlindungan sosial paling dibutuhkan dalam perikanan rakyat, akuakultur ekstensif skala kecil, sektor informal dan pekerjaan berbasis rumahan, serta komunitas nelayan pesisir dan pedalaman yang mengalami kerentanan iklim. Ini adalah bagian penting dari strategi yang diperlukan untuk segera menangani pekerja anak di perikanan rakyat dan akuakultur.

Kerentanan komunitas nelayan pesisir terhadap perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati dan menurunnya spesies akuatik merupakan masalah serius di seluruh wilayah. Hal ini memiliki dampak yang signifikan terhadap mata pencarian dan pendapatan serta ketahanan pangan lokal. Efektivitas perlindungan sosial tergantung pada pendekatan kebijakan yang lebih koheren dan komprehensif yang mengintegrasikan perlindungan dan hak lingkungan. Ini termasuk hak nelayan atas perwakilan kolektif dalam pengambilan keputusan dan hak atas pangan dan gizi. Ini juga membutuhkan tindakan pemerintah untuk menghentikan polusi industri yang membunuh mata pencarian mereka.

Pertanyaan tentang sumber daya juga terkait dengan prevalensi subsidi pemerintah untuk penangkapan ikan komersial skala besar, terutama penangkapan ikan di perairan jauh/distant water fishing (DWF). DWF memiliki dampak yang signifikan terhadap sumber daya perairan yang langka dan merupakan ancaman akan berkurangnya ketersediaan perikanan tangkap laut. Hal ini pada gilirannya mengancam mata pencarian dan ketahanan pangan masyarakat nelayan. Jika tidak ditangani, subsidi pemerintah untuk penangkapan ikan komersial skala besar dan armada DWF akan menciptakan kemiskinan, utang, dan kerawanan pangan yang lebih besar di komunitas nelayan pesisir dan terutama di kalangan nelayan tradisional dan pribumi. Hal ini kemudian menciptakan kebutuhan (yang dapat dihindari) akan perlindungan sosial yang lebih banyak. Namun, efektivitas perlindungan sosial ini akan terus dirusak selama subsidi ekstraktif untuk industri perikanan komersial terus berlanjut.

Dalam pengertian inilah perlindungan sosial untuk mengamankan “transformasi biru” yang adil di sektor perikanan membutuhkan realokasi sumber daya publik yang signifikan dan pengakuan hak-hak pekerja. Kita tidak hanya perlu meningkatkan perlindungan sosial yang didanai pemerintah, tetapi juga mengurangi subsidi untuk kegiatan ekonomi yang merusak lingkungan, mata pencarian dan pendapatan, serta ketahanan pangan. Selain itu, perlindungan sosial harus dibiayai melalui alokasi sumber daya publik yang lebih besar, yang memprioritaskan pengurangan dukungan untuk industri ekstraktif atau destruktif, dan peningkatan pajak perusahaan dan pajak atas orang kaya.

Pada akhirnya perlindungan sosial harus mendistribusikan kembali kekayaan jika ada transformasi yang benar-benar adil dan berkelanjutan.

সামাজিক সুরক্ষা কার্যকর হওয়ার জন্য অবশ্যই নারীর ক্ষমতায়ন, শ্রমিকদের অধিকারকে এগিয়ে নেওয়া এবং সম্পদ পুনঃবন্টন করতে হবে

সামাজিক সুরক্ষা কার্যকর হওয়ার জন্য অবশ্যই নারীর ক্ষমতায়ন, শ্রমিকদের অধিকারকে এগিয়ে নেওয়া এবং সম্পদ পুনঃবন্টন করতে হবে

এতে কোন সন্দেহ নেই যে সামাজিক সুরক্ষা একটি সক্ষম পরিবেশ তৈরিতে অবদান রাখতে পারে যেখানে শ্রমিকরা তাদের জীবন-জীবিকা উন্নত করতে পারে এবং স্থিতিশীল আয় এবং নিরাপদ কাজ নিশ্চিত করতে পারে। ছোট আকারের মৎস্য খামার ও কৃষিকাজে নিয়োজিত শ্রমিকদের জন্য এবং প্রান্তিক কৃষক, অনানুষ্ঠানিক খাতের শ্রমিক এবং গৃহ-ভিত্তিক শ্রমিকদের জন্য এটি বিশেষভাবে গুরুত্বপূর্ণ। শারীরিক, সামাজিক ও অর্থনৈতিক বিপদাপন্নতা যত বেশি, সামাজিক সুরক্ষার প্রয়োজনীয়তা তত বেশি। তবুও একই সময়ে, শারীরিক, সামাজিক এবং অর্থনৈতিক বিপদাপন্নতা যত বেশি হবে, এই শ্রমিকদের তত বেশি সামাজিক সুরক্ষায় কম প্রবেশাধিকার থাকবে। বিপদাপন্নতা এবং সামাজিক সুরক্ষার প্রবেশাধিকারের মধ্যে এই বিপরীত পারস্পরিক সম্পর্ক সব ক্ষেত্রেই প্রচলিত এবং বিশেষ করে অনানুষ্ঠানিক খাতের শ্রমিক এবং অভিবাসী শ্রমিকদের মধ্যে স্পষ্ট।

আরও সামাজিক সুরক্ষার জন্য আহ্বান করা নিজেই একটি সমাধান নয়। মৎস্য খাতের উদাহরণ টেনে বলা যেতে পারে, জেলে, কৃষক এবং মৎস্য শ্রমিকদের অধিকারের প্রবেশাধিকার নিশ্চিত করার মাধ্যমে এবং জীবন-জীবিকা ও মঙ্গল উন্নততর করে সামাজিক সুরক্ষা অধিকার কার্যকর হতে পারে। কিন্তু এর কার্যকারিতা নির্ভর করে অধিকার, প্রক্রিয়া এবং সম্পদ বরাদ্দের ওপর।

দারিদ্র্য হ্রাস এবং জীবিকা উন্নয়নে কার্যকরী সামাজিক সুরক্ষার জন্য সিদ্ধান্ত গ্রহণে নারী শ্রমিকদের সরাসরি সম্পৃক্ততা অপরিহার্য। নারীর সম্পৃক্ততা প্রতীকী বা প্যাসিভ হতে পারে না (সামাজিক সুরক্ষা উপকরণের লক্ষ্যবস্তু হিসেবে নারী)। এটি শুধুমাত্র লিঙ্গ দৃষ্টিভঙ্গি এবং লিঙ্গ-ভিত্তিক পদ্ধতির অন্তর্ভুক্তির উপর ভিত্তি করে নয়, বরং নারীদের নিজেদের অন্তর্ভুক্ত করার উপর ভিত্তি করে।  সামাজিক সুরক্ষা কার্যকর এবং কার্যত ন্যায়সঙ্গত হওয়ার জন্য নারী শ্রমিকদের অবশ্যই কর্মক্ষেত্র, খামার এবং সম্প্রদায়ে সম্মিলিতভাবে নিজেদের প্রতিনিধিত্ব করতে – এবং সিদ্ধান্ত গ্রহণ, পরিকল্পনা ও বাস্তবায়নের সকল স্তরে সক্ষম হতে হবে।

সামাজিক সুরক্ষা অর্থবহ এবং কার্যকর কি না সেটা নারীরা নিশ্চিত করবে জনসম্পদ বরাদ্ধ ও বণ্টনের সিদ্ধান্ত গ্রহণে সরাসরি যৌথ প্রতিনিধিত্বের মাধ্যমে; এবং স্বচ্ছতা, ন্যায্যতা এবং প্রাপ্যতা নিশ্চিত করতে ক্রমাগত মূল্যায়ন এবং পর্যবেক্ষণের মাধ্যমে। সিদ্ধান্ত গ্রহণে যদি পুরুষের আধিপত্য হয়, তাহলে সামাজিক সুরক্ষা অকার্যকর এবং এর পরিধি এবং প্রাপ্রতার সুযোগ কেবল সীমিত হওয়ার সম্ভাবনাই বেশি থাকবে তা নয়, বৈষম্য, অপব্যবহার এবং দুর্নীতির সম্ভাবনাও বেশি হবে। দুর্নীতির কারণে বিদ্যমান সামাজিক সুরক্ষা কর্মসূচির ভঙ্গুরতা এই অঞ্চলে একটি গুরুতর চ্যালেঞ্জ হিসাবে রয়ে গেছে।

সামাজিক সুরক্ষার জন্য আরও সংস্থান বাড়ানো, ভঙ্গুর, জবাবদিহিহীন এবং অস্বচ্ছ প্রতিষ্ঠানগুলির কেবল ব্যর্থতার জন্য তৈরী করে। যদিও নতুন প্রযুক্তি গুরুত্বপূর্ণ ভূমিকা পালন করতে পারে, তথাপি মৌলিক প্রাতিষ্ঠানিক সংস্কার প্রয়োজন। যার মধ্যে সবচেয়ে গুরুত্বপূর্ণ হল সিদ্ধান্ত গ্রহণে সরাসরি, নারী শ্রমিকদের যৌথ অংশগ্রহণ। ভারতে, ন্যাশনাল রুরাল এমপ্লয়মেন্ট গ্যারান্টি অ্যাক্ট (NREGA) এর অধীনে সামাজিক সুরক্ষার সবচেয়ে কার্যকর ব্যবহার ঘটে যেখানে নারীদের নেতৃত্বে স্বাধীন, গণতান্ত্রিক ইউনিয়নগুলি সংগঠিত, নীতি হস্তক্ষেপ এবং সিদ্ধান্ত গ্রহণে জড়িত। এই ইউনিয়নগুলি নিশ্চিত করে যে নারীরা NREGA -এর অধীনে তাদের অধিকার সুরক্ষিত করে, পাশাপাশি NREGA সংস্থানগুলির যথাযথ, ন্যায্য এবং কার্যকর ব্যবহার নিশ্চিত করতে নারীরা স্থানীয় কর্তৃপক্ষের সাথে সম্পৃক্ত।

সিদ্ধান্ত গ্রহণে নারীদের প্রত্যক্ষ, যৌথ অংশগ্রহণ এবং প্রতিনিধিত্ব এটা ধরে নেওয়া হয় যে নারীরা আইএলও কনভেনশন নং ৮৭ এর অধীনে নিশ্চিত হওয়া সংগঠন করার স্বাধীনতার অধিকার প্রয়োগ করতে পারে। (এছাড়াও গুরুত্বপূর্ণ হল কৃষি শ্রমিকদের সংগঠিত করার অধিকার; গ্রামীণ শ্রমিক সংগঠন; এবং গৃহ-ভিত্তিক শ্রমিকদের অধিকার বিষয়ক ILO কনভেনশন নং ১১, ১৪১ এবং ১৭৭)। নারীরা তাদের নিজস্ব পছন্দের একটি সংগঠনে একত্রিত হতে পারে, তাদের সম্মিলিত স্বার্থের প্রতিনিধিত্ব করতে পারে এবং যৌথ দরকষাকষি এবং সিদ্ধান্ত গ্রহণে সম্পৃক্ত হতে পারে। সংগঠিত হওয়ার স্বাধীনতার উপর যেকোন বিধিনিষেধ বা বাধা যা এই অধিকারগুলিতে নারীদের প্রবেশাধিকারকে বাধাগ্রস্থ করে তাদের সম্পৃক্ত হওয়াকে বাধা দেয়, যা পরবর্তীতে সামাজিক সুরক্ষা নীতি ও কর্মসূচির কার্যকারিতাকে ক্ষুন্ন করে।

নারী শ্রমিক, কৃষক এবং জেলেদের নিজেদের সংগঠিত করার ক্ষমতার উপর বিধিনিষেধ বা প্রতিবন্ধকতাও নারীদের অর্থনৈতিক ও সামাজিক বিপদাপন্নতাকে বাড়িয়ে তোলে। এর ফলে শোষণ ও অপব্যবহার বৃদ্ধি পায় -পাচার এবং জোরপূর্বক শ্রম সহ – যা সামাজিক সুরক্ষা উভয়ই অপর্যাপ্ত এবং অর্থহীন করে তোলে।

সম্পদ বরাদ্দের ক্ষেত্রে, সামাজিক সুরক্ষা বৃহৎ আকারের বাণিজ্যিক মৎস্য শিল্পকে পরোক্ষভাবে ভর্তুকি দেওয়া উচিত নয়। জাহাজে এবং কারখানায় মৎস্য শ্রমিকদের দারিদ্র্য মজুরি তাদের সম্প্রদায়ের দারিদ্র্যকে তরান্বিত করে- সম্প্রদায়গুলি প্রায়শই বাণিজ্যিক মৎস্যচাষের এলাকার মধ্যে এবং আশেপাশে অবস্থিত। ৩ সেপ্টেম্বর, ২০২২-এ, ফিলিপাইনে ৪র্থ জাতীয় মৎস্য শ্রমিক কংগ্রেস মৎস্য শ্রমিকদের শক্তি এবং একটি টেকসই মৎস শিল্প গড়ে তোলার মধ্যে সংযোগ স্থাপন করেছে। এই প্রসঙ্গে ফিশওয়ার্কার্স কংগ্রেস দারিদ্র্য, ঋণ এবং মানবাধিকারের (খাদ্য ও পুষ্টি, বাসস্থান, শিক্ষা এবং স্বাস্থ্যসেবা) প্রবেশাধিকারের অভাবকে বেসরকারি বাণিজ্যিক মৎস্য খাতে দারিদ্র্য মজুরির প্রত্যক্ষ পরিণতি হিসাবে চিহ্নিত করেছে। ইউনিয়ন সংগঠিতকরণ প্রতিরোধে নিয়োগকারীদের দ্বারা সংগঠিত প্রচেষ্টা, এবং ILO কনভেনশন নং ৮৭ এবং ৯৮ এর অধীনে গ্যারান্টিযুক্ত সংগঠন করার স্বাধীনতার অধিকার এবং যৌথ দর কষাকষির অধিকারের বারবার লঙ্ঘন, মৎস্য শ্রমিকদের শোভন মজুরি সুরক্ষিত করার জন্য এবং নিজেদের এবং তাদের পরিবারকে দারিদ্র্য থেকে মুক্ত হওয়ার জন্য যৌথভাবে দর কষাকষি করতে বাধা দেয়।

ভাল মজুরি এবং জীবিকা অর্জনের জন্য বেসরকারী বাণিজ্যিক মৎস্য খাতে যৌথ দরকষাকষি অবশ্যই একটি অগ্রাধিকার হতে হবে এবং সরকারী অর্থায়নকৃত সামাজিক সুরক্ষা অসাবধানতাবশত এমন একটি শিল্পকে ভর্তুকি দেওয়া উচিত নয় যা অধিকার দমন করে এবং দারিদ্র মজুরি স্থায়ী করে।

মৎস্য খাতে শ্রমিকদের স্বাস্থ্য ও নিরাপত্তার অধিকারের গুরুতর এবং ব্যাপক লঙ্ঘন আইএলও কনভেনশন নং ১৫৫ লঙ্ঘন করে, যা এখন একটি মৌলিক কনভেনশন। ফিলিপাইনের ৪র্থ জাতীয় মৎস্য শ্রমিক কংগ্রেসে অংশগ্রহণকারী মৎসজীবী সম্প্রদায়ের বেশ কয়েকজন সদস্য অনিরাপদ কাজের অনুশীলনের কারণে বেসরকারী বাণিজ্যিক ফিশিং সেক্টরে জেলেদের গুরুতর আঘাতের বর্ণনা দিয়েছেন। অনিরাপদ কাজ বেশি আঘাত, দীর্ঘমেয়াদী অসুস্থতা এবং কাজ করতে অক্ষমতা সৃষ্টি করে, যা সামাজিক সুরক্ষা কর্মসূচির উপর বোঝা বাড়ায়।

 

মালদ্বীপে, উদাহরণ স্বরূপ, আমাদের অধিভুক্ত BKMU-এর ক্যাচ প্রাইস নিয়ে আলোচনা করার ক্ষমতা রয়েছে যা অভিবাসী শ্রমিক সহ জেলে এবং তাদের পরিবার এবং সম্প্রদায়ের আয় এবং জীবিকা বাড়াবে। যাইহোক, বর্তমানে সংসদের সামনে নতুন শিল্প সম্পর্ক বিল বিকেএমইউর সংগঠিত এবং সম্মিলিতভাবে দর কষাকষির ক্ষমতাকে ক্ষুন্ন করার হুমকি দিয়েছে। যৌথ দর কষাকষির অধিকারের অনুপস্থিতিতে, বায়িং কোম্পানিগুলো একচেটিয়া আধিপত্য বজায় রাখে এবং দামে হেরফের করতে পারে এবং বিকেএমইউর সদস্যদের আয় কমাতে পারে। এর ফলে এই আয়ের উপর নির্ভরশীল সম্প্রদায়গুলিতে বৃহত্তর দারিদ্র্য এবং ঋণের সৃষ্টি হয়। সামাজিক সুরক্ষার দিকে মনোনিবেশ করা সমাধান নয়। বাণিজ্যিক মৎস্য খাতে সমাধানটি মুনাফা পুনঃবন্টন করার জন্য যৌথ দরকষাকষির অধিকারের অনুশীলনের মধ্যে নিহিত, সামাজিক সুরক্ষার মাধ্যমে জনসম্পদ পুনবরাদ্দ নয়।

জেলে, ক্ষুদ্র আকারের বিস্তৃত একুয়াকালচার, অনানুষ্ঠানিক খাত এবং গৃহ-ভিত্তিক কাজের পাশাপাশি উপক‚লীয় এবং অভ্যন্তরীণ মৎসজীবী সম্প্রদায়ের জলবায়ু ঝুঁকির মধ্যে সামাজিক সুরক্ষা সবচেয়ে বেশি প্রয়োজন। জেলে ও একুয়াকালচারে শিশুশ্রমকে জরুরীভাবে মোকাবেলা করার জন্য প্রয়োজনীয় কৌশলগুলির এটি একটি গুরুত্বপূর্ণ অংশ।

জলবায়ু পরিবর্তন, জীববৈচিত্র্যের ক্ষতি এবং জলজ প্রজাতির ধীরে ধীরে বিপুপ্ত হওয়া উপক‚লীয় মৎসজীবী সম্প্রদায়ের বিপদাপন্নতা সমগ্র অঞ্চল জুড়ে একটি গুরুতর উদ্বেগ। এটি জীবিকা ও আয়ের পাশাপাশি স্থানীয় খাদ্য নিরাপত্তার উপর উল্লেখযোগ্য প্রভাব ফেলে। সামাজিক সুরক্ষার কার্যকারিতা নির্ভর করে আরও সুসংহত এবং ব্যাপক নীতি পদ্ধতির উপর যা পরিবেশ সুরক্ষা এবং অধিকারকে একীভূত করে। এর মধ্যে রয়েছে সিদ্ধান্ত গ্রহণে মৎস্যজীবীদের যৌথ প্রতিনিধিত্বের অধিকার এবং খাদ্য ও পুষ্টির অধিকার। শিল্প দূষণ বন্ধ করার জন্য তাদের জীবিকা নির্বাহের জন্য সরকারের পদক্ষেপও প্রয়োজন।

সম্পদের প্রশ্নটি বৃহৎ আকারের বাণিজ্যিক মৎস শিকারের জন্য সরকারী ভর্তুকি, বিশেষ করে গভীর পানির মাছ ধরার (DWF) ব্যাপকতার সাথে সম্পর্কিত। DWF দুষ্প্রাপ্য জলজ সম্পদের উপর উল্লেখযোগ্য প্রভাব ফেলে এবং সমুদ্রে ধরা মাছের প্রাপ্যতা হ্রাস করার হুমকি দেয়। এর ফলে মাছ ধরা সম্প্রদায়ের জীবিকা ও খাদ্য নিরাপত্তা হুমকির মুখে পড়ে। যদি সুরাহা না করা হয়, বড় আকারের বাণিজ্যিক মাছ ধরার জন্য সরকারী ভর্তুকি এবং DWF ফ্লিটগুলি উপক‚লীয় মাছ ধরার সম্প্রদায়গুলিতে এবং বিশেষ করে ঐতিহ্যবাহী এবং আদিবাসী মৎস্যজীবীদের মধ্যে বৃহত্তর দারিদ্র্য, ঋণ এবং খাদ্য নিরাপত্তাহীনতা তৈরি করবে। এটি তখন আরও সামাজিক সুরক্ষার জন্য (এড়ানো যায় ) প্রয়োজন তৈরি করে। তথাপি এই সামাজিক সুরক্ষার কার্যকারিতা ক্রমাগত হ্রাস পাবে যতক্ষণ না বাণিজ্যিক মাছ ধরার শিল্পের জন্য আহরণমূলক ভর্তুকি অব্যাহত থাকবে।

এই অর্থে মৎস্য খাতে একটি ন্যায়সঙ্গত “নীল রূপান্তর” সুরক্ষিত করার জন্য সামাজিক সুরক্ষার জন্য জনসম্পদের উল্লেখযোগ্য পুনর্বণ্টন এবং শ্রমিকদের অধিকারের স্বীকৃতি প্রয়োজন। আমাদের শুধু সরকারি অর্থায়নে সামাজিক সুরক্ষা বাড়াতে হবে না, পরিবেশ, জীবন-জীবিকা ও আয় এবং খাদ্য নিরাপত্তার জন্য ক্ষতিকর অর্থনৈতিক কর্মকান্ডের জন্য ভর্তুকি কমাতে হবে। এর পাশাপাশি, সামাজিক সুরক্ষার জন্য জনসম্পদগুলির একটি বৃহত্তর বরাদ্দের মাধ্যমে অর্থায়ন করতে হবে, যা নিষ্কাশন বা ধ্বংসাত্মক শিল্পগুলির জন্য হ্রাসকৃত সহযোগিতাকে অগ্রাধিকার দেয় এবং ধনীদের উপর কর্পোরেট কর এবং কর বৃদ্ধি করে।

কোনো রূপান্তর সত্যিকারের ন্যায়সঙ্গত এবং টেকসই হতে হলে শেষ পর্যন্ত সামাজিক সুরক্ষাকে অবশ্যই সম্পদের পুনর্বন্টন করতে হবে।

অনানুষ্ঠানিক খাতের নারীদের সামাজিক সুরক্ষা প্রয়োজন, তবে সামাজিক সুরক্ষা কার্যকর এবং ন্যায়সঙ্গত নিশ্চিত করার জন্য তাদের অবশ্যই যৌথ প্রতিনিধিত্বের অধিকার থাকতে হবে

เมื่อบริษัทอ้างว่า “เราคือครอบครัวเดียวกัน” พนักงานก็ยิ่งถูกข่มเหงและละเมิดสิทธิมากขึ้น

โดย ไอยูเอฟ เอเชีย/แปซิฟิก

เมื่อปี 2554 สหพันธ์แรงงานอาหารระหว่างประเทศ (ไอยูเอฟ) ได้ประชุมหารือกับผู้บริหารบริษัทอาหารและผลิตภัณฑ์ของใช้ส่วนบุคคลชั้นนำระดับโลกเกี่ยวกับการจ้างงานที่ไม่มั่นคงในโรงงานผลิตชาแห่งหนึ่งที่ประเทศอินเดีย ผู้จัดการโรงงานได้เรียกพนักงานทั้งหมดมารวมตัวกันในที่ประชุม “ห้องโถง” ในโรงงาน เขาเริ่มด้วยการวิพากษ์วิจารณ์สหภาพแรงงานที่แจ้งปัญหากับผู้บริหารระดับโลกมาทางไอยูเอฟ และ “ด่า IUF!” อีกด้วย เขาพูดอีกว่า ข้อพิพาทกับสหภาพแรงงานเป็น “เรื่องภายในครอบครัว” โดยอธิบายว่าเป็น “การทะเลาะเบาะแว้งกันระหว่างสามีกับภรรยา” จากนั้นเขาก็ถามพนักงานเชิงเปรียบเทียบว่า “จะเกิดอะไรขึ้นหากสามีภรรยาทะเลาะกัน?”  พนักงานก็ตะโกนว่า “ญาติก็เข้ามาห้ามสิ!” ทุกคนพากันหัวเราะ ผู้จัดการโรงงานสบถออกมาและใช้คำหยาบคายไม่เคารพพนักงาน แต่เรียกร้องให้เคารพเขาด้วย เมื่อผู้แปลถอดเทปบันทึกเสียง เธอตกใจกับคำสบถที่ตามมา (ที่ไม่สามารถเผยแพร่ตรงนี้ได้) แต่สมาชิกของเราไม่รู้สึกแปลกใจเลย

ในโลกของบริษัท การใช้คำว่า “เราเป็นครอบครัว” เป็นที่เข้าใจว่าคือการเอาใจใส่พนักงาน ความจงรักภักดีและพันธกิจร่วมกัน แต่ในความเป็นจริง ผู้จัดการโรงงานหรือผู้จัดการทั่วไปถูกมองว่าเป็น “พ่อ” และพนักงานเป็น “ลูก” ความเป็นพ่อในลักษณะนี้อนุญาตให้มีการใช้อำนาจเบ็ดเสร็จที่เป็นอันตราย เปิดโอกาสให้ใช้การลงโทษทางวินัยและการละเมิดพนักงานทุกรูปแบบ รวมถึงการล่วงละเมิดทางเพศ อย่างที่สมาชิกของเรามักตั้งข้อสงสัยว่า “พวกเขามาจากครอบครัวแบบไหนกันแน่”

อีกคำถามหนึ่งที่ถามกันครั้งแล้วครั้งเล่าเมื่อฝ่ายบริหารประกาศว่า “เราคือครอบครัว” คือ ใครกันแน่ที่รวมอยู่ในครอบครัว? การนำสภาพการจ้างงานที่ไม่มั่นคงมาใช้อย่างกว้างขวางส่งผลให้พนักงานส่วนใหญ่ทำงานชั่วคราวหรือทำงานสัญญาจ้างแบบกำหนดระยะเวลาโดยได้รับค่าจ้างที่ต่ำ สวัสดิการน้อย และไร้ความมั่นคงมากขึ้น พวกเขาไม่ได้ถูกนับรวมอยู่ในครอบครัวอย่างแน่นอน รวมถึงพนักงานในบริษัทรับเหมาจากภายนอกและบุคคลที่สามที่มีส่วนสร้างความเติบโตและผลกำไรให้แก่บริษัท แต่กลับไม่ได้รับสิทธิประโยชน์ใดๆ

ย้อนกลับไปเมื่อปี 2554 สมาชิกของเราที่ทำงานให้แก่บริษัทข้ามชาติในภูมิภาคนี้ไม่แปลกใจกับสำนวนที่ว่า “เราคือครอบครัว” (หรือการละเมิดที่มาพร้อมกับสำนวนนี้) ทศวรรษต่อมา คำกล่าวอ้างของผู้บริหารว่า “พวกเราคือครอบครัว” ยังคงแพร่หลาย และผู้บริหารรุ่นน้องดูเหมือนจะเชื่ออย่างนั้นจริงๆ

งานเขียนของ Joe Pinsker ใน The Atlantic ได้เตือนถึงอันตรายของแนวคิด “เราคือครอบครัว” และวิธีถ่ายทอดในที่ทำงานว่า

เมื่อผมได้ยินอะไรแบบว่า ที่นี่เราเป็นเหมือนครอบครัวเดียวกัน ผมจะคิดคำอุปมานอยู่เงียบๆ ว่า เราจะบังคับยัดเยียดภาระความรับผิดชอบให้กับคุณ คาดหวังให้คุณทำงานอุทิศให้เราอย่างไม่มีเงื่อนไข ไม่เคารพขอบเขตของคุณ และจะผิดหวังมากหากคุณให้ความสำคัญกับเรื่องอื่นนอกเหนือจากนายจ้าง

Pinsker แย้งโดยให้เหตุผลว่า จากมุมมองของธุรกิจ ความคิดเช่นนี้ไม่เป็นประโยชน์ กล่าวคือ

เมื่อธุรกิจหนึ่งถูกมองว่าเป็นครอบครัว พนักงานอาจรู้สึกกดดันที่จะให้คำมั่นว่าจะซื่อสัตย์ต่อนายจ้างในระดับที่มากเกินไป  ต้องอดทนกับชั่วโมงการทำงานที่ยาวนาน กับการถูกข่มเหง และการลดเส้นแบ่งระหว่างชีวิตส่วนตัวกับชีวิตการทำงาน ทั้งหมดนี้อยู่ในจิตวิญญาณของความสามัคคีและเป้าหมายที่มีร่วมกัน [ดู Joe Pinsker, “ด้านมืดของการบอกว่างาน ‘เสมือนครอบครัว’” (“The Dark Side of Saying Work Is ‘Like a Family’”), ใน The Atlantic, 17 กุมภาพันธ์ 2565]

สมาชิกของเราทั่วทั้งภูมิภาคต่างแลกเปลี่ยนประสบการณ์ร่วมนี้ ฝ่ายบริหารมักจัดกำลังคนและตารางงานของพนักงานผิดพลาด และขอให้พวกเขาทำงานล่วงเวลาโดยไม่ได้วางแผนและไม่จ่ายค่าจ้าง คำขอ (สื่อสารผ่าน WhatsApp หรือ Messenger บ่อยครั้งใส่อีโมจิหรือตัวการ์ตูนแสดงความรู้สึกเพื่อสื่อถึงความเป็นเพื่อน) โดยบอกว่าขึ้นอยู่กับความสมัครใจ แต่เต็มไปด้วยแรงกดดัน หากปฏิเสธงานล่วงเวลาถือว่าไม่จงรักภักดีและทำให้ทุกคนผิดหวัง ซึ่งจะมีผลตามมาในคราวการประเมินผลการปฏิบัติงาน  และดังนั้น คุณควรทำเพราะเราคือครอบครัวเดียวกัน

การปฏิเสธชั่วโมงทำงานที่มากเกินไป ไม่เพียงแต่แสดงถึงการขาดความจงรักภักดีและเชื่อฟังครอบครัวเท่านั้น แต่ยังถูกรายงานถึงผู้บริหารระดับสูงว่าขาด “ความยืดหยุ่น” ด้วยผู้บริหารในบริษัทท้องถิ่นไม่สามารถจ้างพนักงานในจำนวนที่เพียงพอ จัดการตารางงานและวางแผนงานผิดพลาด จึงขอให้พนักงานทำงานเพิ่มอีก ใน 40 นาทีสุดท้ายก่อนสิ้นสุดกะ ให้ทำงานต่ออีกสองชั่วโมง หากพวกเขาปฏิเสธ (เพราะครอบครัวจริงๆ ของพวกเขาคาดหวังให้กลับบ้าน) พวกเขาจะถือว่าไม่จงรักภักดี และผู้บริหารระดับสูงจะได้รับแจ้งว่า สมาชิกสหภาพแรงงานไร้ซึ่งความยืดหยุ่นในการทำงาน

อีกกรณีที่เกิดขึ้นเมื่อเร็วๆ นี้ ที่โรงงานในประเทศมาเลเซีย ของบริษัทผลิตนมชั้นนำระดับโลกซึ่งผู้บริหารใช้ความคิดนี้ไว้ใช้อ้างเหตุผลในการว่าจ้างแรงงานข้ามชาติที่รับสมัครมาจากต่างประเทศ เพราะแรงงานข้ามชาติที่จ้างด้วยสัญญาจ้างระยะสั้นจะ “ยืดหยุ่น” มากกว่า ภายหลังมีการตรวจค้นโรงงานโดยตำรวจตรวจคนเข้าเมืองและจับกุมคุมขังแรงงานข้ามชาติที่รับเข้ามาซึ่งจ้างงานอย่างผิดกฎหมาย สะท้อนว่าความยืดหยุ่นนั้น คือ ความเปราะบาง (ไร้อำนาจที่จะปฏิเสธ!) และพวกเขาไม่เคยถูกมองว่าเป็นคนในครอบครัวเลย

ปัญหาหนึ่งที่เกิดขึ้นคล้ายกันมากที่สุดของพนักงานฟาสต์ฟู้ดและร้านอาหารในภูมิภาคนี้ คือ ความแพร่หลายของคำว่า  “ความภักดีต่องาน” ซึ่งเป็นงานที่ไม่ได้รับค่าจ้าง โดยพนักงานร้านอาหารมีหน้าที่ต้องทำเมื่อสิ้นสุดกะแต่ละกะ ที่มีระยะเวลาตั้งแต่ 15 นาทีถึง 2 ชั่วโมงโดยไม่บังคับแต่เป็นหน้าที่ ในแง่ของความรับผิดชอบต่อครอบครัว การทำงานโดยไม่จ่ายค่าจ้างเมื่อสิ้นสุดกะแสดงถึงความภักดีต่อบริษัทและเพื่อนร่วมงาน และเสริมแรงด้วยวาทศิลป์ครอบครัวเดียวกัน

สมาชิกของเราในภาคบริการอาหารชี้ให้เห็นถึง “ความภักดี” ว่าไม่ได้เกิดจากความสมัครใจทั้งสองฝ่าย แต่มาจากฝ่ายเดียวเท่านั้น พนักงานถูกคาดหวังให้ทำงานโดยไม่ได้ค่าจ้าง บริษัทยังคงมีอำนาจมอบหมายงานเพิ่ม โอนงาน หรือไล่ออกได้โดยไม่ลังเล ในการประชุมไอยูเอฟ ภาคพื้นเอเชีย/แปซิฟิกของแรงงานภาคบริการอาหาร เมื่อวันที่ 26 มิถุนายน  2565 พนักงานร้านอาหารและฟาสต์ฟู้ดจาก 13 ประเทศได้เล่าประสบการณ์เดียวกันและเห็นพ้องต้องกันอย่างเป็นเอกฉันท์ว่า “ความภักดีต่องาน” คือการปล้นค่าจ้างนั่นเอง

ที่น่าประหลาดคือ มีบางโอกาสที่ผู้ขับขี่ส่งอาหารบนแพลตฟอร์มดิจิทัลเผชิญหน้ากับคนจริงๆ ที่เป็นตัวแทนของฝ่ายบริหาร พวกเขาได้ยินประโยคที่ว่า “เราคือครอบครัว” สะท้อนว่านี่คือสถานการณ์ที่บริษัทต่างๆ เช่น ฟู้ดแพนด้า กำลังดิ้นรนอย่างหนักเพื่อป้องกันการออกกฎหมายที่จะกำหนดหน้าที่ความรับผิดชอบในฐานะนายจ้าง

เมื่อเดือนตุลาคม 2564 Joshua A. Luna ได้เขียนบทความในวารสาร Harvard Business Review ชื่อว่า “ผลกระทบที่เป็นพิษจากการสร้างแบรนด์ที่ทำงานของคุณให้เป็น ‘ครอบครัว’’ (“The Toxic Effects of Branding Your Workplace a ‘Family’”.) Luna ชี้ให้เห็นว่า การเรียกบริษัทว่าครอบครัว ไม่เพียงแต่ทำให้พนักงานถูกละเมิดเท่านั้น แต่ยังขยายความภักดีเพื่อปกปิดการกระทำความผิดด้วย

มีตัวอย่างมากมายและงานวิจัยเปิดเผยว่า คนที่ภักดีมากเกินไปมีแนวโน้มที่จะมีส่วนร่วมในการกระทำผิดต่อหลักจรรยาบรรณเพื่อรักษาตำแหน่งงานของตนและมีแนวโน้มที่จะถูกเอารัดเอาเปรียบจากนายจ้างมากกว่า เช่น อาจถูกขอให้ทำงานที่ไร้เหตุผล หรือในโครงการหรืองานที่ไม่เกี่ยวข้องกับภาระงานของตัวเอง หรือเก็บความลับไว้เพราะเป็นผลประโยชน์สูงสุดของบริษัท (อ่านว่า ครอบครัว) เราทุกคนอยู่ในครอบครัวนี้ด้วยกัน ดังนั้น คุณต้องเล่นบทของคุณ ถูกต้องไหม?

สิ่งที่ผู้บริหารบริษัทดูเหมือนจะไม่เข้าใจก็คือ “ความภักดีต่อครอบครัว” สามารถถูกใช้โดยผู้บริหารบริษัทท้องถิ่นเพื่อปกปิดการบริหารจัดการที่ผิดพลาด การไม่ปฏิบัติตามกฎระเบียบ และการทุจริตทุกประเภท จากประสบการณ์ล่าสุดของเรา บริษัทชั้นนำระดับโลกที่มีธุรกิจน้ำจำนวนมากในอินโดนีเซียล้มเหลวอย่างสิ้นเชิงในการกำกับดูแลกิจการและตรวจสอบการทุจริตขนาดใหญ่ จึงไม่ต้องสงสัยเลยว่าแนวคิด “ครอบครัว” เป็นส่วนสำคัญในการกีดกันการแจ้งเบาะแส ซึ่งที่จริงแล้ว ผู้แจ้งเบาะแสถูกไล่ออกเพราะละเมิดกฎความจงรักภักดี

ผลที่ตามมาอาจเป็นอันตรายได้ ความจงรักภักดีต่อครอบครัวในที่ทำงานหรือบริษัทเป็นหนึ่งในรูปแบบความกดดันที่พบบ่อยที่สุดที่คนงานต้องเผชิญเมื่อต้องรายงานการปฏิบัติงานที่ไม่ปลอดภัย อุบัติเหตุในโรงงานอุตสาหกรรมและการบาดเจ็บ อีกครั้งที่วาทศิลป์ที่ว่า “เราอยู่ในครอบครัวนี้ด้วยกัน” นำไปสู่การปกปิดผู้ได้รับอุบัติเหตุและบาดเจ็บ ทั้งนี้เพื่อประโยชน์สูงสุดของครอบครัว ซึ่งทำให้ชีวิตของคนงานตกอยู่ในอันตราย

ตามที่ Justin Pot จากบริษัท Zapier ได้แนะนำบริษัทต่างๆ บนบล็อกส่วนตัวเมื่อวันที่ 4 มิถุนายน 2564 ว่า

บริษัทของคุณไม่ใช่ครอบครัว และผมคิดว่า การเสแสร้งไม่ทำให้อะไรดีขึ้นมาและด้อยประสิทธิภาพด้วย

ภายใต้หัวข้อย่อย “ครอบครัวไม่ไล่คนออก” Pot ตั้งข้อสังเกตว่า

ผมพนันได้เลยว่าคุณทำให้แม่ของคุณผิดหวังมานับครั้งไม่ถ้วน—ผมรู้ว่าผมทำให้แม่ผิดหวัง แต่แม่ไม่เคยไล่ผมออกเพราะทำงานแย่ และเธอก็ไม่เคยเลิกจ้างผมด้วยเวลาที่รายได้ธุรกิจประจำไตรมาสไม่เป็นไปตามเป้า ความภักดีต่อครอบครัวไม่ได้ขึ้นอยู่กับผลการปฏิบัติงานเพราะมันเป็นเรื่องไร้สาระ

แต่บริษัทนั้นต่างกัน พวกเขาไม่ได้จ้างคนด้วยความรักหรือความภักดีเพราะตามคำจำกัดความแล้ว บริษัทไม่สามารถรู้สึกถึงเรื่องเหล่านั้นได้ บริษัทของคุณจ้างคุณเพราะสิ่งที่คุณทำนั้นมีมูลค่า – อย่างน้อยก็มีค่าพอที่จะปรับเงินเดือนของคุณ

บทความของ Luna ในวารสาร Harvard Business Review ยังเตือนด้วยว่าแนวคิด “ครอบครัว” ที่นายจ้างเป็น “พ่อแม่” และลูกจ้างคือ “ลูก” อาจส่งผลร้ายแรงในแง่ของการไร้อำนาจของลูกจ้าง

พลวัตเหล่านี้ยังสามารถทำให้พนักงานรู้สึกไร้อำนาจ (โดยปกติพ่อแม่จะตัดสินใจ และลูกๆ ทำตามคำสั่ง) ที่จะปกป้องสิทธิของตนเองและทำงานนอกเหนือความถนัดของตน สิ่งนี้ทำให้บุคลิกภาพและพลวัตที่ถูกกำหนดไว้ล่วงหน้ามีความสำคัญเหนือกว่าสิ่งที่คาดว่าพวกเขาจะทำงานได้ดี

เช่นเดียวกับรูปแบบการปกครองแบบพ่อปกครองลูก  แนวคิด “เราคือครอบครัว” ในบริษัทมีรากฐานมาจากเรื่องอำนาจ ไม่เพียงแต่กำหนดให้นายจ้างหรือผู้บริหารเป็นพ่อแม่และลูกจ้างเป็นลูก แต่ยังประกาศว่าคนอื่นนอกจากนี้ ไม่ใช่ครอบครัว นี่ก็เป็นเหตุผลหนึ่งที่แนวคิดของบริษัทในฐานะครอบครัวยังคงมีอยู่จนถึงทุกวันนี้ แม้จะล้มเหลวซ้ำแล้วซ้ำเล่าและก่ออันตรายอย่างเห็นได้ชัด เพราะช่วยให้ฝ่ายบริหารต่อต้านสหภาพแรงงานและขอให้พนักงานปฏิเสธเข้าร่วมสหภาพแรงงานบนพื้นฐานที่ว่า เราเป็นครอบครัวและเราไม่ต้องการบุคคลภายนอกนี้!

ในเรื่องนี้ อิทธิพลทางอุดมการณ์การบริหารและระเบียบปฏิบัติจากอเมริกาเหนือได้ส่งต่อมายังภูมิภาคเอเชียแปซิฟิกในปัจจุบัน  สหภาพแรงงานถูกมองว่าเป็นบุคคลที่สามที่เป็นศัตรู เพราะเข้ามาแทรกแซงความสัมพันธ์ระหว่างผู้บริหารและพนักงาน อันที่จริงแล้ว ที่ปรึกษาและสำนักงานกฎหมายของบริษัททุ่มทรัพยากรทางการเงินจำนวนมหาศาลเพื่อทำภารกิจเดียวที่เรียกว่า “การหลีกเลี่ยงสหภาพแรงงาน” เวลาที่บริษัทอาหารระดับโลกรายใหญ่ลงโฆษณาประกาศรับผู้จัดการฝ่ายทรัพยากรบุคคลในอเมริกาเหนือ เห็นชัดเลยว่าบริษัทต้องการ “ผู้มีประสบการณ์ในการหลีกเลี่ยงสหภาพแรงงาน”

ความเสียหายต่อพนักงานและต่อความสามารถในการใช้สิทธิมนุษยชนของตนเองที่เป็นที่ยอมรับในระดับสากลนั้นชัดเจน มาตรา 23 (4) ของปฏิญญาสหประชาชาติว่าด้วยสิทธิมนุษยชนระบุว่า ทุกคนมีสิทธิที่จะจัดตั้งหรือเข้าร่วมสหภาพแรงงานเพื่อปกป้องผลประโยชน์ของตน องค์การแรงงานระหว่างประเทศ (ILO) กำหนดให้เป็นสิทธิขั้นพื้นฐาน ไม่มีการระบุส่วนขยายหรือเชิงอรรถว่า “ยกเว้นความสัมพันธ์ในการจ้างงานเป็นครอบครัว!” ทว่าการเรียกบริษัทหรือสถานที่ทำงานเป็น “ครอบครัว” ก็เป็นเหตุให้มีการปฏิเสธสิทธิเหล่านั้น

ประเด็นนี้ยังสร้างความเสียหายให้แก่บริษัท มีผู้จัดการเพียงไม่กี่คนที่เข้าใจเรื่องแรงงานสัมพันธ์และที่ปฏิบัติจริงก็น้อยลงไปทุกที กลุ่มผู้จัดการฝ่ายแรงงานสัมพันธ์ที่มีประสบการณ์ซึ่งสาบสูญไปอย่างรวดเร็วทราบดีว่า แรงงานสัมพันธ์ที่ดีมีความสำคัญต่อการสร้างความสำเร็จในธุรกิจ และในยุคที่ต้องการความยั่งยืนมากขึ้น ก็ยิ่งมีความสำคัญกว่าที่เคยเป็น

แรงงานสัมพันธ์ที่ดีต้องให้พนักงานมีตัวแทนของตนผ่านสหภาพแรงงานและประกันว่าพวกเขาสามารถเข้าถึงสิทธิของตนได้ เป็นแรงงานสัมพันธ์ที่ดีบนพื้นฐานของการเคารพซึ่งกันและกัน ที่จะแก้ไขข้อพิพาทและสร้างขวัญกำลังใจและผลิตภาพ พนักงานที่ได้รับการฝึกฝนจากสหภาพแรงงานสามารถต่อต้านความรุนแรงทางเพศ การล่วงละเมิดทางเพศ และการทุจริตได้ ในแง่นี้ผู้บริหารระดับสูงจะได้ยินสิ่งที่พวกเขาควร (และจำเป็น) ได้ยินเรื่องราวความเป็นจริงในที่ทำงาน ซึ่งจะเสริมสร้างธรรมาภิบาลของบริษัท การเรียกที่ทำงานว่าครอบครัวเป็นการเสริมสร้างอำนาจที่ไม่ถูกตรวจสอบของผู้บริหารในบริษัทท้องถิ่นและบ่อนทำลายธรรมาภิบาล  มันจึงไม่ใช่ครอบครัว มันคือธุรกิจ

โรงงานที่เรามีข้อพิพาทเมื่อปี 2554 ยังคงบริหารงานผิดพลาดและในที่สุดก็ปิดกิจการ บริษัทเพิกเฉยต่อสิทธิการเจรจาต่อรองร่วมของสมาชิกของเรา ละเมิดอนุสัญญาแรงงานระหว่างประเทศที่พวกเขาอ้างว่าปฏิบัติตาม และไล่พนักงานทั้งหมดออกโดยปฏิเสธการเจรจา เป็นอะไรที่มากพอสำหรับครอบครัว

সামাজিক সুরক্ষা কার্যকর হওয়ার জন্য অবশ্যই নারীর ক্ষমতায়ন, শ্রমিকদের অধিকারকে এগিয়ে নেওয়া এবং সম্পদ পুনঃবন্টন করতে হবে

လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေး ထိရောက်စေရန် အမျိုးသမီးများကို ခွန်အားပေးရမည်၊ အလုပ်သမားအခွင့်အရေးကို မြှင့်တင်ရမည်၊ ချမ်းသာကြွယ်ဝမှုတို့ကို ပြန်လည်ဖြန့်ဝေပေးရမည်

လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးသည် အလုပ်သမားများ၏ အသက်မွေးဝမ်းကျောင်းကို တိုးတက်စေနိုင်ပြီး တည်မြဲသော ဝင်ငွေ၊ ဘေးကင်းလုံခြုံသောအလုပ် ရရှိနိုင်သည့် ပတ်ဝန်းကျင် ဖန်တီးပေးနိုင်တယ်ဆိုတာ သံသယရှိစရာမလိုပါ။  ဤအရာအက အထူးသဖြင့် အသေးစားငါးဖမ်းလုပ်ငန်းနှင့် စိုက်ပျိုးရေးလုပ်ငန်းများတွင် လုပ်ကိုင်နေကြသည့် အလုပ်သမားများနှင့် တပိုင်တနိုင် တောင်သူလယ်သမားများ၊ ရိုးရိုးကဏ္ဍက အလုပ်သမားများနှင့် အိမ်တွင်းအလုပ်သမားများအတွက် အရေးကြီးပါသည်။ ရုပ်ပိုင်းဆိုင်ရာ၊ လူမှုဘဝဆိုင်ရာနှင့် စီးပွားရေးဆိုင်ရာ အားနည်းချက် ကြီးမားလေလေ၊  လူမှုဘဝကာကွယ်စောင့်ရှောက်မှုအတွက် လိုအပ်ချက် ကြီးမားလေလေ ဖြစ်သည်။ သို့ပေမယ် တချိန်တည်းမှာ – ရုပ်ပိုင်းဆိုင်ရာ၊ လူမှုဘဝဆိုင်ရာနှင့် စီးပွားရေးဆိုင်ရာ အားနည်းချက် ကြီးမားခြင်းက အဲဒီအလုပ်သမားတွေ လူမှုဘဝဆိုင်ရာ ကာကွယ်စောင့်ရှောက်မှုရရှိခံစားဖို့ ပိုမိုနည်းပါးစေပါသည်။  အားနည်းချက်နှင့် လူမှုဘဝကာကွယ်စောင့်ရှောက်မှု တို့ကြား ဤပြောင်းပြန်ဆက်စပ်မှုသည် ကဏ္ဍအားလုံးတွင် ပျံ့နှံ့နေပြီး အထူးသဖြင့် လွတ်လွတ်လပ်လပ်လုပ်ကိုင်ရသော ကဏ္ဍက လုပ်သားများနှင့် ရွှေ့ပြောင်းအလုပ်သမားများကြားတွင် ထင်ရှားပါသည်။

လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးကို ပိုမိုတောင်းဆိုခြင်းသည် သူ့ဘာသာသူ ဖြေရှင်းချက်တော့ မဟုတ်ပါ။  ငါးဖမ်းလုပ်ငန်းကဏ္ဍကို ဥပမာအားဖြင့် ကြည့်ရမည်ဆိုလျှင် တံငါသည်များ၊ လယ်သမားများနှင့် ငါးဖမ်းလုပ်သားများ၏ အသက်မွေးဝမ်းကျောင်းမှုနှင့် သုခချမ်းသာများဆိုင်ရာ ရပိုင်ခွင့်များ လက်လှမ်းမီမှုရရှိစေရေးတို့အတွက် လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးသည် ထိရောက်မှု ရှိစေနိုင်ပါသည်။ သို့သော်လည်း ၎င်း၏ ထိရောက်မှုသည် အခွင့်အရေး၊ လုပ်ငန်းစဥ်နှင့် အရင်းအမြစ် ခွဲဝေမှုတို့အပေါ်တွင် မူတည်ပါသည်။

ဆင်းရဲမွဲတေမှု လျှော့ချရေး၊ အသက်မွေးဝမ်းကျောင်း တိုးတက်ရေးမှာ ထိရောက်မှုရှိစေရန် လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးအတွက် အမျိုးသမီးအလုပ်သမားများ ဆုံးဖြတ်ချက်ချမှုအပိုင်းတွေမှာ တိုက်ရိုက်ပါဝင်မှု မရှိမဖြစ်လိုအပ်ပါသည်။ အမျိုးသမီးတို့၏ပါဝင်မှုသည် သင်္ကေတအဖြစ် သို့မဟုတ် အချည်းအနှီးအဖြစ် (အမျိုးသမီးများကို လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေး ရုပ်ပစ္စည်း ပစ်မှတ်များအဖြစ်) မထားရှိသင့်ပါ။ ၎င်းသည် ကျားမရေးရာ ရှုထောင့်များနှင့် ကျားမရေးရာ အခြေခံချဥ်းကပ်မှုများ တစ်ခုတည်းပေါ်တွင် အခြေမခံပဲ အမျိုးသမီးများကိုယ်တိုင် ပါဝင်လာခြင်း ဖြစ်ပါသည်။ လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေး ထိရောက်ပြီး အမှတ်တကယ် မျှမျှတတဖြစ်စေရန် လုပ်ငန်းခွင်များ၊ လယ်ခင်းများနှင့် လူ့အဖွဲ့အစည်းများတွင်လည်းကောင်း၊ ဆုံးဖြတ်ချက်ချခြင်း၊ အစီအစဥ်ရေးဆွဲခြင်းနှင့် အကောင်အထည်ဖော်ခြင်း အဆင့်အားလုံးတွင်လည်းကောင်း အမျိုးသမီးလုပ်သားများ သူတို့ဘာသာသူတို့ စုပေါင်းကိုယ်စားခွင့် ရှိကြရမည်။

အများပြည်သူပိုင် အရင်းအမြစ်များ ခွဲဝေဖြန့်ဖြူးခြင်းအပေါ်တွင်လည်းကောင်း၊ ပွင့်လင်းမြင်သာမှု၊ တရားမျှတမှုနှင့် လက်လှမ်းမီမှုတို့ကို သေချာစေရန် စဥ်ဆက်မပြတ် အကဲဖြတ်ခြင်းနှင့် စောင့်ကြည့်ခြင်းတို့တွင် လည်းကောင်း ဆုံးဖြတ်ချက် ချမှတ်ရာတွင် အမျိုးသမီးများ၏ တိုက်ရိုက် စုပေါင်းကိုယ်စားပြုမှုမှတဆင့် ပြုလုပ်စေခြင်းဖြင့် လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးသည် အဓိပ္ပာယ်ရှိပြီး ထိရောက်မှုရှိစေလိမ့်မည်။ အကယ်၍ ဆုံးဖြတ်ချက်ချမှုတွင် အမျိုးသားများလွှမ်းမိုးပါက လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေး ထိရောက်မှုမရှိသည့်အပြင် ၎င်း၏ နယ်ပယ်နှင့်လက်လှမ်းမီမှုတွင် အကန့်အသတ်ရှိပြီး ခွဲခြားဆက်ဆံမှု၊ အလွဲသုံးစားမှု၊ အကျင့်ပျက်ခြစားမှု အလားအလာလည်း ပိုရှိလာစေပါသည်။ အကျင့်ပျက်ခြစားမှုများကြောင့် လက်ရှိ လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေး အစီအစဥ်များ တိုက်စားခံရမှုသည် ဒေသတွင်းမှာ ကြီးမားသော စိန်ခေါ်မှုတရပ်အဖြစ် ရှိနေဆဲ ဖြစ်သည်။

ကျိုးပဲ့နေသော၊ တာဝန်မဲ့သော၊ လျို့ဝှက်သော အဖွဲ့အစည်းများတွင် လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးအတွက် အရင်းအမြစ်များ ပေါင်းထည့်ခြင်းသည် ကျွန်ုပ်တို့ကို ကျရှုံးစေဖို့အတွက်လို့ပဲ ရိုးရှင်းစွာ သတ်မှတ်ပါသည်။ နည်းပညာအသစ်များသည် အရေးကြီးသော အခန်းကဏ္ဍမှ ပါဝင်နိုင်သော်လည်း အခြေခံကျသော အဖွဲ့အစည်းဆိုင်ရာ ပြုပြင်ပြောင်းလဲမှုများ လိုအပ်ပါသည်။ အဲဒီထဲက အရေးကြီးဆုံးမှာ ဆုံးဖြတ်ချက်ချမှုအပိုင်းတွင် အမျိုးသမီးများ၏ တိုက်ရိုက်စုပေါင်းပါဝင်မှု ရှိစေရန် ဖြစ်သည်။ အိန္ဒိယနိုင်ငံတွင် အမျိုးသားကျေးလက်အလုပ်အကိုင်အာမခံချက်အက်ဥပဒေ (NREGA) အောက်တွင် လူမှုကာကွယ်ရေးစောင့်ရှောက်ရေးကို အထိရောက်ဆုံး အသုံးပြုမှု ရရှိပါသည်။ သူတို့ဆီတွင် အမျိုးသမီးများ ဦးဆောင်သည့် လွတ်လပ်ပြီး ဒီမိုကရေစီနည်းလမ်းကျသော သမဂ္ဂများမှ စည်းရုံးမှု၊ မူဝါဒကြားဝင်ညှိနှိုင်းမှုနှင့် ဆုံးဖြတ်ချက်ချမှုတို့တွင် ပါဝင်နေခြင်းဖြစ်ပါသည်။ ဒီသမဂ္ဂများသည် NREGA အောက်မှ ၎င်းတို့ အမျိုးသမီးအခွင့်အရေးရရှိစေရေး ရရှိစေပါသည်။ တဖက်မှာလည်း NREGA အရင်းအမြစ်များကို သင့်လျှော်မျှတပြီး ထိရောက်သော အသုံးပြုမှု ဖြစ်စေရန် ဒေသခံအာဏာပိုင်များနှင့်လည်း ချိတ်ဆက်ဆောင်ရွက်ပါသည်။

ဆုံးဖြတ်ချက်ချမှတ်သည့်အပိုင်းတွင် အမျိုးသမီးများ၏ တိုက်ရိုက်စုပေါင်း ပါဝင်မှုနှင့် ကိုယ်စားပြုမှုတို့သည် ILO ပြဌာန်းချက် အမှတ် ၈၇ တွင် အာမခံချက်ပေးထားသော လွတ်လပ်စွာအသင့်အပင်းဖွဲ့စည်းခွင့် အခွင့်အရေးကို ကျင့်သုံးနိုင်မှုဟု ယူဆလို့ရပါသည်။ (စိုက်ပျိုးရေးဆိုင်ရာလုပ်သားများ စည်းရုံးခွင့်၊ ကျေးလက်လုပ်သားများ၏ အဖွဲ့အစည်း၊ အိမ်တွင်းအခြေပြု လုပ်သားများ ဆိုင်ရာ ILO ပြဌာန်းချက် အမှတ် ၁၁, ၁၄၁ နှင့်  ၁၇၇ တို့သည်လည်း အရေးကြီးပါသည်။) အမျိုးသမီးများသည် သူတို့ကိုယ်တိုင်ရွေးချယ်ထားသော အဖွဲ့အစည်း တခုခုတွင် အတူတကွ စုပေါင်းနိုင်သည်၊  ၎င်းတို့၏ စုပေါင်းအကျိုးစီးပွားကို ကိုယ်စားပြုပြီး စုပေါင်းတောင်းဆိုမှုနှင့် ဆုံးဖြတ်ချက်ချမှုတို့တွင် ပါဝင်ဆောင်ရွက်နိုင်ပါသည်။ လွတ်လပ်စွာ အသင်းအပင်းဖွဲ့စည်းခွင့် အပေါ် ကန့်သတ်ချက်များ သို့မဟုတ် ဤအခွင့်အရေးကို ရရှိစေရန် အမျိုးသမီးများအား အဟန့်အတားဖြစ်စေသော အတားအဆီးများသည် ၎င်းတို့၏ ပါဝင်ပတ်သက်မှုကို ဟန့်တားစေကာ လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေး မူဝါဒများနှင့် အစီအစဥ်များ၏ ထိရောက်မှုကို လျော့ပါးစေပါသည်။

အမျိူးသမီးလုပ်သားများ၊ လယ်သမားများနှင့် တံငါသည်များ၏ စုစည်းနိုင်မှုအပေါ် ကန့်သတ်ချက်များ သို့မဟုတ် အဟန့်အတားများသည် အမျိုးသမီးများ၏ စီးပွားရေး၊လူမှုရေးဆိုင်ရာ အားနည်းချက်တို့ကို ပိုမိုဆိုးရွားစေပါသည်။ ၎င်းသည် လူကုန်ကူးခြင်းနှင့် အဓမ္မလုပ်အားခိုင်းစေမှုများအပါအဝင် ခေါင်းပုံဖြတ်မှုနှင့် အလွဲသုံးစားမှု တိုးမြင့်လာခြင်းကို ဦးတည်စေပြီး လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်မှုများ မလုံလောက်ခြင်းနှင့် အဓိပ္ပါယ်မဲ့ခြင်းတို့ကို ဖြစ်စေပါသည်။

သယံဇာတခွဲဝေရာ လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးသည် အကြီးစားစီးပွားဖြစ် ငါးဖမ်းလုပ်ငန်းကို သွယ်ဝိုက်၍ ထောက်ပံ့မှု မပြုသင့်ပါ။ သင်္ဘောများ၊ စက်ရုံများအလုပ်ရုံများက ငါးဖမ်းလုပ်သားများ၏ ဆင်းရဲမွဲတေမှုလစာသည်  ၎င်းတို့၏ အသိုင်းအဝိုင်းများတွင် ဆင်းရဲမွဲတွေမှုကို တည်တံ့စေပြီး –  ရပ်ရွာများမှာ စီးပွားဖြစ် ငါးဖမ်းလုပ်ငန်းလည်ပတ်နေသော နေရာနှင့် အနီးတဝိုက်တွင် တည်ရှိကြပါသည်။ ၂၀၂၂ ခုနှစ် စက်တင်ဘာလ ၃ ရက်နေ့က ဖိလစ်ပိုင်နိုင်ငံက ၄ ကြိမ်မြောက် ငါးဖမ်းလုပ်သားများဆိုင်ရာ အမျိုးသားညီလာခံ တွင် ငါးဖမ်းလုပ်သားများ၏ စွမ်းအားကို တည်ဆောက်ခြင်းနှင့် ရေရှည်တည်တံ့သော ငါးဖမ်းလုပ်ငန်းတို့အကြား ချိတ်ဆက်မှုကို ချမှတ်ဆောင်ရွက်ခဲ့ပါသည်။ ဤကိစ္စတွင် ငါးဖမ်းလုပ်သားများညီလာခံက ဆင်းရဲမွဲတေမှု၊ ကြွေးမြီနှင့် လူ့အခွင့်အရေးများ လက်လှမ်းမီမှု နည်းပါးခြင်း (အစားအစာနှင့် အဟာရ၊ အိမ်ရာ၊ ပညာရေးနှင့် ကျန်းမာရေးစောင့်မှု) တို့သည် ပုဂ္ဂိလက စီးပွားဖြစ် ငါးလုပ်ငန်း ကဏ္ဍတွင် ဆင်းရဲမွဲတေမှု လုပ်ခလစာ၏ တိုက်ရိုက်အကျိုးဆက်အဖြစ် သတ်မှတ်ပါသည်။ သမဂ္ဂဖြစ်မြောက်ရေးကို တားဆီးရန် အလုပ်ရှင်များ၏ နောက်ကွယ်က ကြိုးကိုင်ကြိုးပမ်းမှုများနှင့် ILO ပြဌာန်းချက် အမှတ် ၈၇ နှင့် ၉၈ တွင်ပါရှိသော လွတ်လပ်စွာ အသင်းအပင်းဖွဲ့စည်းခွင့်နှင့် စုပေါင်းတောင်းဆိုခွင့်တို့ကို အကြိမ်ကြိမ်ချိုးဖောက်မှုများသည် ငါးဖမ်းလုပ်သားများကို ပိုမိုကောင်းမွန်သော လုပ်အားခရရှိရေးနှင့် ၎င်းနှင့်မိသားစုတို့ ဆင်းရဲမွဲတေမှုမှ ကယ်ထုတ်နိုင်ရေးအတွက် ၎င်းတို့၏စုပေါင်းတောင်းဆိုခွင့်ကို တားဆီးပါသည်။

ပိုမိုကောင်းမွန်သော လုပ်ခလစာနှင့် အသက်မွေးဝမ်းကျောင်းလုပ်ငန်များ ရရှိစေရန် ပုဂ္ဂလိက စီးပွားဖြစ် ငါးဖမ်းကဏ္ဍတွင် စုပေါင်းညှိနှိုင်းတောင်းဆိုမှုသည် ဦးစားပေးတရပ်အဖြစ် ရှိနေရမည် ဖြစ်ပြီး၊ အစိုးရက ငွေကြေးထောက်ပံ့သော လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးသည် အခွင့်အရေးများကို ဖိနှိပ်ပြီး ဆင်းရဲမွဲတေမှု လုပ်ခလစာများကို တည်တံ့စေသော လုပ်ငန်းတခုခုကို အမှတ်မထင် ထောက်ပံ့မှုမျိုး မလုပ်သင့်ပါ။ 

ငါးလုပ်ငန်းကဏ္ဍက အလုပ်သမားများ၏ ကျန်းမာရေးနှင့် ဘေးကင်းလုံခြုံရေး အခွင့်အရေးများကို ပြင်းပြင်းထန်ထန်နှင့် ကျယ်ပြန့်စွာ ချိုးဖောက်မှုများသည် ILO ပြဌာန်းချက် အမှတ် ၁၅၅ ကို ချိုးဖောက်ခြင်း ဖြစ်ပါသည်။  ၎င်းသည် ယခုအခါ အခြေခံပြဌာန်းချက်တရပ် ဖြစ်လာသည်။ ဖိလစ်ပိုင်နိုင်ငံတွင်  ၄ ကြိမ်မြောက် ငါးဖမ်းလုပ်သားများဆိုင်ရာ အမျိုးသားညီလာခံသို့ တက်ရောက်လာကြသော ငါးဖမ်းနယ်ပယ်က အဖွဲ့ဝင်တော်တော်များက ပုဂ္ဂလိက စီးပွားဖြစ် ငါးဖမ်းကဏ္ဍက ငါးဖမ်းသမားများ ရရှိခံစားကြရသော ပြင်းထန်သည့်ထိခိုက်မှုသည် ဘေးကင်းလုံခြုံမှုမရှိသော အလုပ်အလေ့အကျင့်များကြောင့် ဖြစ်သည်ဟု ဖော်ထုတ်ကြပါသည်။ ဘေးကင်းလုံခြုံမှု မရှိသော အလုပ်က ပိုမိုကြီးမားသော ထိခိုက်ဒဏ်ရာ၊ နာတာရှည်ဖျားနာမှုနှင့် အလုပ်မဆင်းနိုင်တော့သည့် အခြေအနေများကို ဖြစ်ပေါ်စေပြီး ၎င်းသည် လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်မှု အစီအစဥ်များအပေါ် ပိုမို ဝန်ပိစေပါသည်။

ဥပမာ အနေဖြင့် မော်ဒိဗ်နိုင်ငံက ကျွန်ုပ်တို့၏ အဖွဲ့ဝင် BKMU သည် ငါးဖမ်းနှုန်းအပေါ် ဆွေးနွေးညှိနှိုင်းနိုင်စွမ်းရှိပြီး ဒီလိုဆွေးနွေးနိုင်မှုက ငါးဖမ်းလုပ်သားများနှင့် ၎င်းတို့၏ မိသားစုနှင့် အသိုင်းအဝိုင်းများကို ဝင်ငွေနှင့်အသက်မွေးဝမ်းကျောင်းလုပ်ငန်း တိုးလာစေပါသည်။ သို့သော်လည်း လက်ရှိ လုပ်ငန်းဆက်ဆံရေးဥပဒေ (Industrial Relations Bill)သစ်က စည်းရုံးမှုနှင့် စုပေါင်းတောင်းဆိုမှုများ ဆောင်ရွက်ရန် BKMU ၏ စွမ်းရည်ကို လျော့ပါးစေရန် ခြိမ်းခြောက်နေပါသည်။ စုပေါင်းတောင်းဆိုမှု အခွင့်အရေးများ မရှိသည့်အခါ ဝယ်ယူကြသော ကုမ္ပဏီများသည် လက်ဝါးကြီးအုပ်မှုကို ထိန်းသိမ်းကာ ငါးဖမ်းဈေးနှုန်းများကို ကြိုးကိုင်နိုင်ပြီး BKMU အဖွဲ့ဝင်များ၏ ဝင်ငွေများကို လျော့ပါးစေပါသည်။ ၎င်းက ဒီဝင်ငွေများအပေါ် မှီခိုနေကြသည့် ရပ်ရွာလူထုများတွင် ဆင်းရဲမွဲတေမှုနှင့် ကြွေးမြီ ပိုမိုကြီးထွားစေပါသည်။ ၎င်းကို လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးဘက်သို့ လှည့်ခြင်းသည် အဖြေမဟုတ်ပါ။ အဖြေသည် စီးပွားဖြစ် ငါးဖမ်းကဏ္ဍတွင် အမြတ်ပြန်လည် ဖြန့်ဝေရန် စုပေါင်းညှိနှိုင်းတောင်းဆိုခွင့် ကျင့်သုံးနိုင်ခြင်းပေါ်မူတည်ပြီး လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေး မှတဆင့် အများပြည်သူ အရင်းအမြစ်များကို လမ်းကြောင်းလွှဲခြင်းမျိုး မဖြစ်ရပါ။

လက်မှုငါးဖမ်းလုပ်ငန်း၊ အသေးစားရေလုပ်ငန်း၊ လွတ်လွတ်လပ်လပ်လုပ်ကိုင်ရသော ကဏ္ဍနှင့် အိမ်တွင်းအခြေပြု လုပ်ငန်းတို့အပြင် ရာသီဥတု အားနည်းချက်ဒဏ်ခံနေကြရသော ကမ်းရိုးတန်းနှင့်ကုန်းတွင်းငါးဖမ်းလုပ်ငန်း အများစုတွင် လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်မှု လိုအပ်ပါသည်။ ၎င်းသည် လက်မှုလုပ်ငန်းနှင့်ရေလုပ်ငန်းတို့တွင် ကလေးလုပ်သားကိစ္စကို အရေးတကြီးဖြေရှင်းရန် လိုအပ်သော ဗျူဟာများ၏ အရေးကြီးသော အစိတ်အပိုင်းတခုဖြစ်သည်။

ရာသီဥတုဖောက်ပြန်ခြင်း၊ ဇီဝမျိုးစုံကွဲများ ဆုံးရှုံးခြင်းနှင့် ရေနေသတ္တဝါမျိုးစိတ်များ ကျဆင်းလာခြင်းဆိုင်ရာ ကမ်းရိုးတမ်းငါးဖမ်းအသိုင်းအဝန်းများ၏ အားနည်းချက်မှာ ဒေသတခွင်လုံးအတွက် စိုးရိမ်စရာ ဖြစ်လာနေပါသည်။ ၎င်းသည် အသက်မွေးဝမ်းကျောင်းလုပ်ငန်းနှင့် ဝင်ငွေများအပြင် နယ်မြေခံတို့၏ စားနပ်ရိက္ခာဖူလုံရေးအပေါ် သိသာသော အကျိုးသက်ရောက်မှု ရှိစေပါသည်။ လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေး၏ ထိရောက်မှုသည် သဘာဝပတ်ဝန်းကျင်ဆိုင်ရာ ကာကွယ်မှုနှင့် အခွင့်အရေးများကို ပေါင်းစပ်ထားသည့် ပိုမိုညီညွတ်ပြီး ပြည့်စုံသော မူဝါဒချဥ်းကပ်မှုတရပ်အပေါ်တွင် မူတည်ပါသည်။ ၎င်းတွင် ဆုံးဖြတ်ချက်ချမှုမှာ ရေလုပ်သားများ၏ စုပေါင်းကိုယ်စားပြုခွင့်နှင့် အစာအဟာရ ရရှိခွင့်တို့ ပါဝင်ပါသည်။ ၎င်းတို့၏ အသက်မွေးဝမ်းကျောင်းလုပ်ငန်းတွေကို သတ်နေသည့် လုပ်ငန်းဆိုင်ရာ ညစ်ညမ်းမှုတို့ကို တားဆီးရန် အစိုးရများမှ အရေးယူဆောင်ရွက်မှုများ လုပ်ဆောင်ဖို့ လိုအပ်ပါသည်။

အရင်းအမြစ်များဆိုင်ရာ မေးခွန်းသည် အကြီးစား စီးပွားဖြစ် ငါးဖမ်းခြင်း – အထူးသဖြင့် ကမ်းဝေးငါးဖမ်းခြင်း (DWF) – အတွက် အစိုးရထောက်ပံ့ငွေများ ပျံ့နှံ့မှုနှင့် ဆက်စပ်နေပါသည်။ DWF သည် ရှားပါးသော ရေနေသယံဇာတများအပေါ် သိသာထင်ရှားသော သက်ရောက်မှုရှိပြီး သမုဒ္ဒရာငါးဖမ်းလုပ်ငန်း လျော့ကျလာမှုအပေါ် ခြိမ်းခြောက်နေပါသည်။ ၎င်းသည် ငါးဖမ်း အသိုင်းအဝိုင်းများ၏ အသက်မွေးဝမ်းကျောင်းနှင့် စားနပ်ရိက္ခာဖူလုံရေးကို တဖန် ခြိမ်းခြောက်နေပါသည်။ ၎င်းကို ကိုင်တွယ်ဖြေရှင်းခြင်းမပြုပါက အကြီးစား စီးပွားဖြစ် ငါးဖမ်းလုပ်ငန်းနှင့် DWF ရေယာဥ်အတွက် အစိုးရထောက်ပံ့ငွေများသည် ကမ်းရိုးတမ်း ငါးဖမ်းအသိုင်းအဝန်းများ အထူးသဖြင့် မိရိုးဖလာနှင့် ဌာနေငါးဖမ်းသူများကြားမှာ ဆင်းရဲမွဲတေမှု၊ ကြွေးမြီနှင့် စားနပ်ရိက္ခာ မဖူလုံမှုများကို ပိုမိုကြီးမားစေပါသည်။ ၎င်းက လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေး ပိုမိုလိုအပ်မှုကို ဖြစ်ပေါ်စေပါသည်။ စီးပွားဖြစ် ငါးဖမ်းလုပ်ငန်းအတွက် သယံဇာတ ထုတ်ယူမှု ထောက်ပံ့ငွေများ ဆက်လက်ပေးဆောင်နေပါက လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေး၏ ထိရောက်မှုသည်လည်း ဆက်လက် လျော့ကျနေသေးသည်။

ဤသဘောအရ ငါးလုပ်ငန်းကဏ္ဍတွင် သာတူညီမျှ “ အပြာရောင် အသွင်ပြောင်းခြင်း” ကို ရရှိရန် လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးသည် အများပြည်သူ အရင်းအမြစ်များကို သိသာစွာခွဲဝေပေးပြီး အလုပ်သမားများ၏ အခွင့်အရေးကို အသိအမှတ်ပြုရန် လိုအပ်ပါသည်။  ကျွန်ုပ်တို့သည် အစိုးရ ရန်ပုံငွေဖြင့် လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်မှုကို တိုးမြှင့်ရန်သာမက သဘာဝပတ်ဝန်းကျင်၊ အသက်မွေးဝမ်းကျောင်းလုပ်ငန်းနှင့် ဝင်ငွေ၊ စားနပ်ရိက္ခာဖူလုံမှုကို ထိခိုက်နိုင်သည့် စီးပွားရေးဆိုင်ရာ ထောက်ပံ့နေမှုများကို လျှော့ချရန် လိုအပ်ပါသည်။ ဖြည့်စွက်ပြောရရင် လူမှုကာကွယ်စောင့်ရှောက်ရေးကို အများပြည်သူ အရင်းအမြစ်များ၏ ပိုမိုကျယ်ပြန့်သောခွဲဝေးမှု ပုံစံဖြင့် ငွေကြေးထောက်ပံ့သင့်ပါသည်။ ၎င်းသည် သယံဇာတထုတ်ယူသော သို့မဟုတ် အဖျက်သဘောဆောင်‌သော  လုပ်ငန်းများအတွက် ထောက်ပံ့မှုကို လျှော့ချခြင်းနှင့် အကျိုးတူပူးပေါင်းဆောက်ရွက်မှု အခွန်၊ ချမ်းသာသူများအပေါ်အခွန်များ တိုးမြှင့်ပေးဆောင်စေခြင်း တို့ကို ဦးစားပေးလုပ်ဆောင်ပါသည်။

နောက်ဆုံးအနေဖြင့် အသွင်ကူးပြောင်းမှု တခုခု မျှမျှတတနှင့် ရေရှည်တည်တံ့လိုလျှင် လူမှုကာကွယ် စောင့်ရှောက်ရေးသည် ချမ်းသာကြွယ်ဝမှုကို ပြန်လည်ဖြန့်ဝေရမည် ဖြစ်ပါသည်။