INFOGRAFIS tentang otomatisasi dan teknologi baru: stres kerja, kecemasan, dan apa yang dapat dilakukan serikat pekerja

INFOGRAFIS tentang otomatisasi dan teknologi baru: stres kerja, kecemasan, dan apa yang dapat dilakukan serikat pekerja

Sebagai bagian dari program pendidikan dan peningkatan kesadaran tentang otomatisasi dan teknologi baru, IUF Asia/Pasifik meluncurkan satu set empat infografis yang menjelaskan:

Apa dampak NEGATIF yang mungkin terjadi dari otomatisasi dan teknologi baru? [PDF]

Otomatisasi dan teknologi baru dapat meningkatkan STRES di tempat kerja [PDF]

Bagaimana serikat pekerja dapat memastikan dampak POSITIF dari otomatisasi dan teknologi baru? [PDF]

Apa yang bisa dilakukan serikat dalam menghadapi otomatisasi dan teknologi baru? [PDF]

INFOGRAFIS tentang pemagangan berkualitas: keterampilan, hak, dan peran serikat pekerja

INFOGRAFIS tentang pemagangan berkualitas: keterampilan, hak, dan peran serikat pekerja

Berdasakan rekomendasi International Labour Organizations’ (ILO) no. 208 pada pemagangan berkualitas (quality apprenticeships), IUF Asia/Pacific meluncurkan empat infografis yang menjelaskan:

Apa itu Pemagangan Bekualitas (Quality Apprenticeship)? [PDF]

Mengapa Pemagangan Berkualitas (Quality Apprenticeship) Penting? [PDF]

Hak Peserta Magang (Apprentices) [PDF]

Apa yang bisa Serikat lakukan? [PDF]

Indonesia Joint Youth Meeting di Yogyakarta: Pemuda dalam Serikat Pekerja – Membangun Kekuatan Serikat untuk Masa Depan

Indonesia Joint Youth Meeting di Yogyakarta: Pemuda dalam Serikat Pekerja – Membangun Kekuatan Serikat untuk Masa Depan

27 Februari 2025 – Indonesia Joint Youth Meeting di Yogyakarta diadakan. Pertemuan ini mempertemukan 35 pemuda dari FSPM, FSBMM, dan PERKASA untuk saling berbagi dan membahas tantangan pengorganisasian serikat pekerja di sektor informal, transisi yang adil untuk perubahan iklim, transisi yang adil dan keterampilan ramah lingkungan, Effective Leadership Program, dan Program NextGEN. 

Pertemuan diawali dengan sambutan dari Brother Imam, Ketua Pemuda FSBMM, yang menyampaikan perlunya generasi muda di serikat untuk lebih terlibat dalam kegiatan serikat baik dalam pertemuan, pengorganisasian serikat, maupun menjadi bagian dari kepemimpinan. Menurut Brother Imam, keterlibatan pemuda sangat diperlukan karena pemuda adalah generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan serikat.

Salah satu contoh nyata keterlibatan pemuda dalam organisasi serikat adalah yang dilakukan oleh Serikat Pekerja Mandiri Pariwisata Yogyakarta (SPMPARYO). Brother Janu, presiden terpilih dari SPMPARYO, membagikan perjuangannya mengenai tantangan untuk mengorganisir pekerja di sektor ekonomi informal. Menurutnya, masih banyak stigma negatif tentang serikat pekerja di kalangan pekerja informal, sehingga Ia dan pengurus lain kesulitan untuk meyakinkan mereka menjadi bagian dari serikat pekerja. Meski menghadapi tantangan, Brother Janu dan SPMPARYO membuat strategi berbeda untuk memastikan lebih banyak pekerja di sektor informal mendapatkan informasi yang cukup tentang serikat pekerja. Ia dan timnya membuat database yang berisi semua informasi tentang serikat pekerja, apa yang mereka lakukan, dan kegiatan-kegiatan mereka, lalu mengubahnya menjadi QR Code dan menempelkannya sebagai stiker. Stiker ini dibagikan ke pekerja informal ketika mereka melakukan pengorganisiran di satu wilayah, sehingga pekerja informal lain bisa dengan mudah mengakses informasi tentang serikat pekerja.

Brother Janu dari SPMPARYO sedang menjelaskan tantangan dalam mengorganisir pekerja di ekonomi informal.

Stiker QR: salah satu alat pengorganisasian dari SPMPARYO.

Selain pengorganisiran, Isu perubahan iklim juga menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan ini. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kaum mudalah yang akan menghadapi dampak besar dari perubahan iklim, sehingga serikat pekerja perlu mulai mengambil langkah-langkah untuk melindungi pekerja dan meminimalkan dampaknya. Komite pemuda FSBMM melakukan pelatihan bersama WALHI, LSM yang fokus pada perubahan iklim, untuk memahami lebih jauh dalam dampak perubahan iklim terhadap pekerja. Melalui pelatihan tersebut, perwakilan komite pemuda FSBMM menyampaikan bahwa perubahan iklim memang berdampak pada pekerja, misalnya, kualitas susu yang dihasilkan sapi menurun saat musim kemarau karena kekurangan pakan. Serikat pekerja dapat membantu meminimalkan dampak terhadap pekerja dengan membuat kesepakatan bersama yang mencakup klausul terkait perubahan iklim, untuk meminimalisir dampak dari perubahan iklim terhadap pekerja.

Saudara Humam dari FSBMM sedang menjelaskan dampak perubahan iklim terhadap pekerja.

Sesuai dengan tema pertemuan, “Pemuda dalam Serikat Pekerja – Membangun Kekuatan Serikat untuk Masa Depan,” pertemuan ini berfokus pada betapa pentingnya generasi muda bagi masa depan serikat pekerja. Kami ingin membantu membangun kepercayaan diri pemuda dalam pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa generasi muda siap untuk menjadi pemimpin. Dengan memberi dukungan dan keterampilan yang mereka butuhkan, kami yakin kaum muda akan lebih percaya diri dalam merancang masa depan serikat pekerja.

Selain itu, pertemuan ini bertujuan untuk melibatkan kaum muda dalam sesi interaktif yang menekankan pemikiran kritis, tindakan kolektif, dan pengorganisasian strategis. Kegiatan-kegiatan ini mendorong kaum muda untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam serikat pekerja, berkontribusi dalam diskusi kebijakan, dan mengadvokasi hak-hak pekerja baik secara lokal maupun global. Kedepannya, kegiatan ini harus diikuti dengan pelatihan yang lebih mendalam mengenai effective leadership.

Pemuda dalam kerja kelompok kepemimpinan.

Penting juga untuk menciptakan ruang di mana kaum muda merasa nyaman dan aman dalam serikat pekerja. Ketika mereka merasa didukung dan didengarkan, pemuda cenderung akan bersuara dan mengambil tindakan. Lingkungan seperti ini membantu meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan kepemimpinan mereka. Dengan berfokus pada keduanya, kita tidak hanya mempersiapkan pemuda untuk masa depan – kita juga bersama-sama membangun masa depan serikat pekerja.